AMLAPURA, RadarBali.id- Pemkab Karangasem tengah serius mengkaji rencana pembangunan pelabuhan baru di kawasan Amed.
Proyek ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan bagian dari konsep strategis "Segitiga Emas" yang bertujuan menghubungkan tiga destinasi pariwisata utama, yakni Nusa Penida, Gili Trawangan, dan Sanur, dalam satu kesatuan koneksi.
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, mengungkapkan bahwa rencana ini telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Bali sebagai proyek strategis untuk memangkas waktu tempuh dan mempermudah akses wisatawan ke Karangasem.
Pangkas Waktu Tempuh Bali Selatan ke Karangasem
Wabup Pandu menjelaskan, saat ini, perjalanan darat dari wilayah Bali Selatan (Denpasar dan sekitarnya) menuju Karangasem memakan waktu cukup lama, yakni antara dua hingga tiga jam. Kondisi ini dinilai kurang efisien bagi pergerakan wisatawan.
“Tujuannya untuk mempermudah akses di laut, dan memangkas jarak ketika wisatawan hendak berlibur ke Karangasem,” terang Pandu, Minggu (9/11/2025).
Dengan adanya dermaga dan jalur laut langsung, akses menuju Karangasem akan menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Pelabuhan di Amed nantinya akan menjadi titik penghubung utama pariwisata lintas daerah, mencakup Karangasem, Nusa Penida (Klungkung), Denpasar, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). "Ini jelas bisa meningkatkan kunjungan pariwisata secara signifikan," imbuhnya.
Proyek Strategis untuk Ekonomi Lokal
Konsep "Segitiga Emas" ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas turis, tetapi juga memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Karangasem. Amed sebagai pintu gerbang laut akan mendongkrak sektor jasa dan UMKM lokal.
Pandu Lagosa optimistis proyek pelabuhan yang terintegrasi dengan Segitiga Emas ini akan membawa manfaat ekonomi yang luas.
“Perencanaannya sudah disiapkan Provinsi. Kami berharap proyek strategis ini bisa segera terealisasi demi kemajuan Karangasem,” tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita