Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Investasi Wisata Sedang Menggeliat, Nusa Penida Kini Kebut Pembangunan PLTS untuk Hindari Pemadaman Bergilir

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 11 November 2025 | 16:25 WIB
IKON NUSA PENIDA : Kawasan Pantai Kelingking, di Nusa Penida,Klungkung. Perlu energi listrik yang stabil untuk menopang industri pariwisata. (dok.Radar Bali)
IKON NUSA PENIDA : Kawasan Pantai Kelingking, di Nusa Penida,Klungkung. Perlu energi listrik yang stabil untuk menopang industri pariwisata. (dok.Radar Bali)

NUSA PENIDA,Radar Bali.id– Peningkatan drastis jumlah wisatawan hingga mencapai ribuan orang per hari di Kecamatan Nusa Penida telah menarik minat banyak investor, namun juga memicu lonjakan penggunaan listrik yang nyaris melebihi kapasitas tersedia. Kondisi ini belakangan mengakibatkan pemadaman bergilir di wilayah tersebut.

Menanggapi hal ini, Bupati Klungkung, I Made Satria, mengaku telah berkoordinasi intensif dengan PT PLN untuk mengakselerasi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Kami telah memulai sejak tahun 2023 dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan seluas 4 hektare di Desa Suana, yang menghasilkan listrik sebesar 3,5 hingga 5 MW," terang Bupati Satria.

Meski demikian, Satria mengakui bahwa daya yang dihasilkan PLTS saat ini masih jauh dari kebutuhan. Oleh karena itu, Pemkab Klungkung mengambil langkah strategis dengan memperluas kerja sama.

"Tahun depan kami akan bangun lagi dan saya sudah menandatangani surat kerja sama dengan pihak Indonesia Power untuk memperluas [PLTS] secara bertahap setiap tahunnya. Sehingga terpenuhi semua kebutuhan listrik di Nusa Penida," jelasnya.

Selain menggandeng Indonesia Power, Bupati Satria mengungkapkan adanya ketertarikan dari pihak ketiga yang ingin menanamkan modal dalam pengadaan listrik ramah lingkungan. "Banyak yang sudah menghubungi saya. Ke depan, saya kira tidak akan kewalahan menyediakan tenaga listrik yang ramah lingkungan," ungkapnya optimis.

Beban Puncak dan Kesiapan PLN

Sementara itu, Manager PLN ULP Klungkung, I Gede Suwendra, merincikan data beban listrik di Nusa Penida. Beban puncak pada Oktober 2025 tercatat di angka 15,9 MW, meskipun sempat turun ke 13–14 MW di akhir Oktober hingga awal November.

Untuk kesiapan daya, I Gede Suwendra memastikan bahwa beberapa unit pembangkit yang sempat mengalami gangguan sudah kembali normal.

"Daya mampu PLTD yang ada di Nusa Penida saat ini sebesar 14,7 MW, ditambah dengan PLTS sebesar 2 MW dan BESS (Baterai Penyimpan Energi) sebesar 1 MW," papar Suwendra. Ia menambahkan, PLN juga menyiapkan genset-genset di beberapa titik gardu dengan kemampuan back-up sebesar 700 KW.[*]

Editor : Hari Puspita
#industri pariwisata #ketersediaan listrik #nusa penida #Investasi Pariwisata