DENPASAR, Radar Bali.id – Pulau Dewata kian memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan dunia dengan diresmikannya pengoperasian Dok B di Bali Gapura Marina (BGM), Benoa, Denpasar Selatan, pada Rabu (26/11/2025).
Fasilitas marina premium ini disiapkan khusus sebagai tempat bersandar bagi kapal pesiar pribadi (yacht) dan menandai babak baru pariwisata bahari Indonesia.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik peresmian ini dan menegaskan bahwa fasilitas berstandar internasional seperti marina ini adalah kebutuhan mendesak untuk mendukung penyelenggaraan Pariwisata Bali yang berkualitas dan bermartabat.
"Bali sebagai destinasi wisata utama dunia sudah sejak lama memerlukan fasilitas berstandar internasional seperti marina ini," ujar Gubernur Koster pada Rabu (26/11/2025) sore.
Ia menambahkan, pengembangan BGM merupakan bagian dari upaya besar membangun Pariwisata berkualitas di Bali dan merupakan tahap awal dari megaproyek Bali Maritim Tourism Hub. "Sebenarnya ini kan baru tahap 1. Jadi Bali Maritim Tourism Hub itu kan salah satunya marina ya. Nanti ada lagi yang berikut untuk cruise (kapal pesiar besar) dan logistik," jelasnya.
Kapasitas dan Proyeksi Pengembangan
Direktur Komersial dan Teknik Pelindo Solusi Logistik, Ruri Indrasari Rahmaputri, mengungkapkan detail kapasitas BGM. Dok B yang telah diresmikan dapat menampung parkir sebanyak 48 unit yacht kecil.
"Nanti kalau untuk Dok D itu bisa untuk yacht yang lebih besar, itu 33 yacht," imbuh Ruri, sembari menjelaskan bahwa saat ini Dok D dan Dok C sedang dalam proses pembangunan.
Secara keseluruhan, BGM berdiri di atas lahan seluas 3,3 hektar, dengan 30.000 meter persegi di antaranya berupa bangunan dan fasilitas pendukung.
Dampak Ekonomi dan Posisi Indonesia di Mata Dunia
Kehadiran marina premium berstandar internasional pertama di Indonesia ini diharapkan dapat menarik wisatawan berkualitas, yakni dari kalangan yachter, sekaligus menguatkan posisi Bali dan Indonesia sebagai pusat wisata bahari dunia.
Pengembangan BGM diproyeksikan akan menghasilkan sejumlah multiplier effect yang signifikan, di antaranya:
- Peningkatan Ekonomi Masyarakat Bali: Melalui kenaikan kunjungan turis dari kalangan yachter yang umumnya berdaya beli tinggi.
- Penyerapan Tenaga Lokal: Dampak positif pada ekonomi masyarakat Bali bahkan sudah dimulai sejak proses pembangunan BGM, yang melibatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Dengan beroperasinya Dok B, kini Bali memiliki gerbang maritim yang siap menyambut wisatawan dari seluruh dunia, sekaligus mewujudkan pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.[*]
Editor : Hari Puspita