Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Potensi Tersembunyi Desa Pangkung Karung, Tabanan: Menyimpan Keasrian hingga Tarian Sang Hyang Memedi, Kini Segera Jadi Desa Wisata Baru

Juliadi Radar Bali • Jumat, 28 November 2025 | 18:50 WIB
MENYIMPAN POTENSI KEKHASAN: Suasana alam pertanian Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan Tabanan yang bakal menjadi desa wisata. (juliadi/radar bali
MENYIMPAN POTENSI KEKHASAN: Suasana alam pertanian Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan Tabanan yang bakal menjadi desa wisata. (juliadi/radar bali

 

Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, kini mulai berbenah untuk bertransformasi menjadi desa wisata. Mengandalkan kekayaan seni budaya, keindahan alam persawahan, hingga potensi pertanian, desa ini bertekad menjadi destinasi baru yang menarik wisatawan di Tabanan bagian selatan.

SEGALA persiapan mulai dilakukan. Langkah awal untuk mewujudkan status Desa Wisata telah ditempuh dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Arung Buana.

Perbekel Pangkung Karung, I Wayan Subawa, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada potensi tersembunyi yang unik dan layak dikembangkan.

Jual Tarian Sakral dan Miniatur Jatiluwih

Salah satu potensi budaya utama yang diunggulkan Desa Pangkung Karung adalah Tari Sang Hyang Memedi. Tarian sakral warisan leluhur ini tetap lestari dan bahkan telah membuktikan kualitasnya di tingkat daerah.

Kolaborasi Sang Hyang Memedi dengan Baleganjur yang mewakili Tabanan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 berhasil meraih Juara II, mengukuhkan daya tarik budaya ini.

"Tarian Sang Hyang Memedi inilah yang nantinya bisa ditampilkan atau disuguhkan kepada wisatawan yang datang. Termasuk bisa mengupas dari sisi historis sejarahnya, karena ini merupakan identitas desa kami,” ujar Subawa.

Selain budaya, Pangkung Karung juga memiliki potensi alam yang menjanjikan. Di Desa Adat Selingsing, terbentang hamparan persawahan berundak yang disebut menyerupai miniatur Jatiluwih.

Siapkan Jalur Tracking, Swing, dan Coffee Staycation

Untuk memperkuat daya tarik wisata, Pokdarwis Arung Buana tengah merancang beberapa atraksi baru:

Butuh Sinergi Pemda, Kesiapan Desa Baru 50 Persen

Meski memiliki cita-cita besar, Subawa menegaskan bahwa realisasi Desa Wisata Pangkung Karung tidak dapat berjalan tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah (Pemda).

"Membangun pariwisata itu mahal. Perlu sinergi antara desa, swasta, masyarakat, dan Pemda agar Pangkung Karung bisa segera terealisasi sebagai desa wisata," katanya, yang optimis hal ini akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini, kesiapan desa baru mencapai sekitar 50 persen, terutama pada aspek SDM dan kebersihan. Sejumlah infrastruktur, seperti perbaikan akses jalan usaha tani sepanjang 6 kilometer yang akan menjadi jalur tracking, masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Ini cita-cita besar kami, dan sedang kami wujudkan selangkah demi selangkah. Kami pun sudah bertemu dengan Pemkab Tabanan terkait rencana desa Pangkung Karung menjadi desa wisata,” tandas Subawa.[*]

Editor : Hari Puspita
#Jatiluwih #desa wisata #tabanan #eksplorasi potensi