Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, kini mulai berbenah untuk bertransformasi menjadi desa wisata. Mengandalkan kekayaan seni budaya, keindahan alam persawahan, hingga potensi pertanian, desa ini bertekad menjadi destinasi baru yang menarik wisatawan di Tabanan bagian selatan.
SEGALA persiapan mulai dilakukan. Langkah awal untuk mewujudkan status Desa Wisata telah ditempuh dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Arung Buana.
Perbekel Pangkung Karung, I Wayan Subawa, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada potensi tersembunyi yang unik dan layak dikembangkan.
Jual Tarian Sakral dan Miniatur Jatiluwih
Salah satu potensi budaya utama yang diunggulkan Desa Pangkung Karung adalah Tari Sang Hyang Memedi. Tarian sakral warisan leluhur ini tetap lestari dan bahkan telah membuktikan kualitasnya di tingkat daerah.
Kolaborasi Sang Hyang Memedi dengan Baleganjur yang mewakili Tabanan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 berhasil meraih Juara II, mengukuhkan daya tarik budaya ini.
"Tarian Sang Hyang Memedi inilah yang nantinya bisa ditampilkan atau disuguhkan kepada wisatawan yang datang. Termasuk bisa mengupas dari sisi historis sejarahnya, karena ini merupakan identitas desa kami,” ujar Subawa.
Selain budaya, Pangkung Karung juga memiliki potensi alam yang menjanjikan. Di Desa Adat Selingsing, terbentang hamparan persawahan berundak yang disebut menyerupai miniatur Jatiluwih.
Siapkan Jalur Tracking, Swing, dan Coffee Staycation
Untuk memperkuat daya tarik wisata, Pokdarwis Arung Buana tengah merancang beberapa atraksi baru:
- Pengembangan jalur short tracking (±1 km) dan long tracking (±5 km).
- Pembangunan swing (ayunan wisata) dengan latar sawah berundak.
- Konsep coffee staycation bagi wisatawan.
- Merancang Lapangan dengan panggung kecil untuk pertunjukan budaya, termasuk pementasan rutin Sang Hyang Memedi di masa depan.
Butuh Sinergi Pemda, Kesiapan Desa Baru 50 Persen
Meski memiliki cita-cita besar, Subawa menegaskan bahwa realisasi Desa Wisata Pangkung Karung tidak dapat berjalan tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah (Pemda).
"Membangun pariwisata itu mahal. Perlu sinergi antara desa, swasta, masyarakat, dan Pemda agar Pangkung Karung bisa segera terealisasi sebagai desa wisata," katanya, yang optimis hal ini akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saat ini, kesiapan desa baru mencapai sekitar 50 persen, terutama pada aspek SDM dan kebersihan. Sejumlah infrastruktur, seperti perbaikan akses jalan usaha tani sepanjang 6 kilometer yang akan menjadi jalur tracking, masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Ini cita-cita besar kami, dan sedang kami wujudkan selangkah demi selangkah. Kami pun sudah bertemu dengan Pemkab Tabanan terkait rencana desa Pangkung Karung menjadi desa wisata,” tandas Subawa.[*]
Editor : Hari Puspita