SEMARAPURA, Radar Bali.id – Dinamika kunjungan wisatawan ke Nusa Penida di penghujung tahun 2025 memunculkan dua pandangan yang berbeda antara pihak pemerintah dan pelaku industri.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, mengeklaim adanya peningkatan kunjungan sebesar 25 persen sejak Minggu (21/12). Jika biasanya rata-rata kunjungan berada di angka 1.800 orang per hari, kini melonjak hingga 2.200 orang per hari dengan komposisi seimbang antara wisatawan domestik dan mancanegara.
"Puncaknya diperkirakan terjadi pada Jumat, 26 Desember. Banyak wisatawan yang memilih merayakan momen libur Natal dan Tahun Baru di Nusa Penida," ungkap Mahajaya, Rabu (24/12/2025).
Namun, data tersebut berbanding terbalik dengan keresahan yang dirasakan Ketua PHRI Klungkung, I Putu Darmaya. Ia justru melihat adanya tren penurunan hunian dan kunjungan dalam dua bulan terakhir. Darmaya menilai tingginya harga tiket pesawat dan sentimen negatif terkait banjir serta persoalan sampah di Bali menjadi faktor penghambat.
"Tahun ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Isu lingkungan yang terus disorot media membentuk persepsi kurang baik bagi calon wisatawan. Kami memprediksi kondisi lesu ini bisa bertahan hingga Mei 2026," tutur Darmaya. Meski begitu, ia berharap momen Imlek pada Februari mendatang dapat memberikan sedikit angin segar bagi pariwisata Klungkung.[*]
Editor : Hari Puspita