DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Bencana banjir dan masifnya pemberitaan di media sosial dianggap sebagai penyebab penurunan jumlah wisatawan domestik berlibur ke Bali.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, wisatawan domestik alami peningkatan di daerah lainnya.
"Ini tidak lepas dari adanya bencana alam di Bali, dan potensi bencana alam lainnya yang diekpos berulang-ulang," jelas Mantan Wakil Gubernur Bali ini.
Kata Cok Ace, wisnus (wisatawan Nusantara) atau wisdom (wisatawan domestic) beralih ke destinasi wisata lain karena dinilai jarak lebih dekat sehingga lebih terjangkau.
Seperti memilih ke objek wisata di Jawa termasuk Jogjakarta karena lebih dekat dan infrastruktur semakin lebih baik.
"Peningkatan wisatawan mancanegara ke Bali tidak signifikan tahun sebelumnya, di sisi lain pembangunan akomodasi/villa terus meningkat, sehingga okupansi hotel menurun dibanding tahun lalu," bebernya.
Kendati jumlah wisatawan nusantara (wisnus) alami penurunan, berbeda dengan kedatangan wisatawan mancanegara tetap mengalami tren positif. Berdasarkan data Angkasa Pura per 21 Desember berjumlah 6,8 juta lebih."Kalau yang wisman dibandingkan tahun 2024 Bali alami peningkatan," jelasnya.
Baca Juga: Menarget Kunjungan Sejuta Wisdom dan 700 Ribu Pelancong Mancanegara, Ini Alasan Buleleng
Cok Ace memperingati Pemerintah daerah untuk memperhatikan fenomena ketimpangan pembangunan villa yang meningkat sedangkan okupansi hotel menurun. Termasuk tentang kenyamanan dan keamanan wisatawan selama di Bali supaya jadi perhatian.
"Jadi mohon pemerintah daerah lebih memperhatikan fenomena ini," tegasnya.
Diperparah dengan informasi negatif tentang Bali yang berseliweran di media sosial . Cok Ace menilai, sengaja dilakukan kompetitor untuk menjatuhkan Bali. Harapnya setiap informasi di media sosial supaya disikapi secara bijak.
"Namun demikian hal-hal yang berpotensi dijadikan senjata oleh kompetitor kita untuk menjatuhkan Bali, kiranya perlu kita sikapi secara lebih bijak," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan