TABANAN, Radar Bali – Jika Anda ingin merasakan sensasi yang berbeda saat berlibur ke Bali, kawasan Bedugul adalah pilihan yang tepat. Berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi bukit, kebun raya, serta tiga danau, membuat udara di kawasan Bedugul selalu terasa sejuk.
Suhu rata-rata di Bedugul berkisar antara 18°C hingga 24°C. Kabut tipis yang sering turun di pagi dan petang memberikan atmosfer romantis dan menenangkan, sangat cocok untuk healing atau relaksasi otak dari hiruk-pikuk perkotaan. Keindahan dan kesejukan Bedugul semakin terasa jika Anda menginap, setidaknya satu malam saja. Setelah menginap, badan dan pikiran Anda akan kembali segar seperti ponsel yang baru selesai diisi daya.
Ada banyak tempat menginap di Bedugul. Di sepanjang jalan, penginapan, home stay, vila, dan hotel sangat mudah didapatkan. Namun, jika Anda ingin benar-benar menyatu dengan alam, Anda bisa mencoba sensasi glamping bareng keluarga. Pilihan tempat glamping dan camping di kawasan Bedugul cukup banyak. Ada baiknya jika Anda membooking jauh-jauh hari, karena biasanya jika mendadak apalagi akhir pekan, tempat glamping penuh.
Salah satu tempat glamping yang bisa Anda coba ada MR Glamping & Villa yang ada di Jalan Bisma, Pancasari, Bedugul. Tempat ini patut dicoba karena mendapat bintang lima dalam ulasan di Google. Lokasinya juga strategis, hanya sekitar 100 meter dari Jalan Raya Singaraja-Denpasar.
Di tempat yang baru beroperasi enam bulan ini, Anda bisa menikmati ketenangan alam sambil melihat puncak Menara Turyapada yang menjadi salah satu ikon pariwisata Bali Utara. Sesekali terdengar “nyanyian” tonggeret jantan yang sedang menarik perhatian lawan jenisnya.
Anda juga bisa memetik dan menikmati stroberi dari kebunnya langsung. ”Saya sengaja datang ke sini bersama keluarga. Saya ambil cuti tahunan, karena ingin mengajak anak dan istri menikmati alam,” ujar I Nyoman Sudarmayasa, salah satu pengunjung, Minggu (28/12/2025). Nyoman datang jauh-jauh dari Karangasem bersama keluarga dan rekannya. ”Tempatnya nyaman, tenang, dan bersih. Sangat cocok untuk healing ngilangin stress,” tukas ayah satu anak itu.
Berdasar informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, berlibur di kawasan alam pegunungan seperti Bedugul bukan hanya sekadar rekreasi visual, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang nyata. Fenomena ini sering disebut sebagai nature therapy.
Manfaat berlibur di alam seperti Bedugul sangat baik untuk tubuh dan pikiran karena mampu menurunkan hormon stres (kortisol). Berada di lingkungan hijau secara signifikan dapat menurunkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Suasana tenang di Bedugul membantu sistem saraf berpindah dari mode lawan atau lari (sympathetic) ke mode istirahat dan cerna.
Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Frontiers in Psychology (2019), menemukan bahwa menghabiskan waktu setidaknya 20 menit di alam dapat menurunkan kadar kortisol secara drastis.
Manfaat lainnya adalah memulihkan kelelahan mental (attention restoration) dari lingkungan perkotaan menuntut perhatian yang intens dan melelahkan secara kognitif. Alam memberikan jenis stimulasi soft fascination, seperti melihat air danau yang tenang atau gerakan pohon, yang memungkinkan otak untuk beristirahat dan memulihkan fokus.
Suhu udara yang sejuk di Bedugul (sekitar 18°C) juga merupakan suhu ideal yang disarankan oleh para ahli kesehatan untuk mencapai tidur yang lebih dalam atau deep sleep.
Yang tak kalah menarik adalah hasil studi dari Stanford University (2015), orang yang berjalan selama 90 menit di alam menunjukkan penurunan aktivitas di bagian otak yang berhubungan dengan risiko penyakit mental dibandingkan mereka yang berjalan di lingkungan perkotaan. ***
Editor : Maulana Sandijaya