TABANAN, Radar Bali.id – Tren unik terjadi di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot sepanjang tahun 2025. Walaupun jumlah total kunjungan wisatawan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan dari hasil penjualan tiket justru melampaui target secara signifikan.
Hingga H-1 pergantian tahun, jumlah kunjungan tercatat di angka 1,4 juta jiwa, atau turun sekitar 20 persen dari target 1,7 juta wisatawan.
Asisten Manager DTW Tanah Lot, I Putu Toni Setiawan, mengungkapkan bahwa faktor kemacetan, cuaca ekstrem, hingga isu lingkungan yang viral di media sosial menjadi pemicu lesunya angka kunjungan di berbagai destinasi Bali.
Namun, dari sisi finansial, Tanah Lot justru mencatat rapor hijau. "Pendapatan kami mencapai Rp 72 miliar, naik drastis dari tahun 2024 yang sebesar Rp 50 miliar.
Ini bahkan melampaui target tahunan kami yang sebesar Rp 60 miliar," jelas Toni, Selasa (30/12/2025).
Lonjakan pendapatan ini dipicu oleh perubahan komposisi wisatawan. Tahun ini, wisatawan mancanegara (dominan dari India, China, dan Eropa) mendominasi sebanyak 60 persen. Karena harga tiket wisatawan asing lebih tinggi dibanding domestik, pendapatan tetap tumbuh positif meski secara kuantitas jumlah pengunjung berkurang.[*]
Editor : Hari Puspita