MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Pemerintah telah menegaskan larangan pesta kembang api pada pergantian tahun, nyatanya di lapangan berbeda. Malam perayaan tahun baru 2026 menyisakan banyak sampah petasan dan kembang api di sepanjang kawasan Pantai terutama di Badung.
Pantai di Seminyak, Legian dan Kuta (Samigita) menghasilkan sampah sebanyak 4 ton dari malam perayaan tahun baru 2026. Dikonfirmasi dengan Plt Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihann (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi, Tim DLHK melakukan pembersihan intensif di sepanjang kawasan pantai sejak pagi, kemarin (1/1/2025).
"Jumlah sampah 4 ton di Pantai Samigita," kata Rai. Diakui adanya peningkatan volume sampah yang signifikan, terutama sisa perayaan seperti kembang api, botol plastik, kemasan makanan, dan residu lainnya.
”Namun seluruhnya sudah ditangani secara bertahap dan terkoordinasi, sehingga aktivitas masyarakat dan wisatawan pagi ini tidak terganggu,” kata Rai.
Rai meminta permakluman dan mohon pengertian dari masyarakat. Mengajak semua pihak untuk merayakan dengan tetap menjaga kebersihan, karena pantai ini adalah rumah kita bersama.”Sejak pagi hari petugas kebersihan sudah kami turunkan,”kata Rai.
“Kami mohon pengertian dari masyarakat, dan ke depan kami juga mengajak semua pihak untuk merayakan dengan tetap menjaga kebersihan, karena pantai ini adalah rumah kita bersama,” sambung Rai.
Baca Juga: Dukung Keretaivitas Anak Muda, Kura Kura Bali Gelar Seminar Public Speaking Hingga Leadership
Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Bali telah mengimbau masyarakat agar tak merayakan malam pergantian tahun baru dengan pesta kembang api.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk simpati dan empati, mengingat Indonesia sedang berduka pasca-terjadi bencana melanda beberapa wilayah di Indonesia.
”Pergantian tahun tanpa kembang api karena ada surat edaran Bapak Kapolri. Akhir tahun 2025 yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah daerah di Sumatera, di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara itu mengalami bencana besar dan banyak korbannya ,” ungkap Koster ditemui setelah Rapat Paripurna pada, Senin 29 Desember 2025 lalu.
Lebih lanjutnya,Koster meminta seluruh masyarakat untuk mitigasi bencana, karena memasuki puncak musim hujan sehingga dipastikan intensitas hujan yang tinggi di berbagai daerah.
”Itulah rasanya kurang elok kalau dalam kondisi prihatin berpesta dengan kembang api. Saya kira itu,”tandasnya.***
Editor : M.Ridwan