Radar Bali.id – Daya pikat Pulau Dewata di mata dunia seolah tak pernah pudar. Setelah berkali-kali memikat platform TripAdvisor saja, riset terbaru dari lembaga analisis global eDreams ODIGEO kembali mengukuhkan posisi Bali sebagai salah satu destinasi paling dicari di dunia untuk tren perjalanan tahun 2026.
Dalam laporan tersebut, Bali sukses mengamankan peringkat kedelapan dalam daftar destinasi global yang paling diminati. Di atas Roma, Italia dan Madrid, Spanyol.
Dominasi Kota dengan Identitas Kuat
Riset tahun 2026 ini menunjukkan pergeseran perilaku wisatawan dunia yang kini jauh lebih selektif. Para pelancong global kini memprioritaskan destinasi yang menawarkan perpaduan antara identitas sejarah yang autentik dengan kenyamanan aksesibilitas.
Secara global, Bangkok,Thailand, masih menunjukkan kedigdayaannya dengan menempati posisi puncak. Ibu kota "Negeri Gajah Putih" tersebut unggul berkat kehidupan jalanan yang dinamis, biaya perjalanan yang kompetitif, serta infrastruktur pariwisata yang sangat matang.
Menyusul di posisi kedua adalah Paris (Prancis), yang tetap menjadi magnet lewat sektor seni dan kuliner kelas dunia. Sementara itu, London (Inggris) menempati peringkat ketiga, mengandalkan kekuatan sejarah yang mendalam dan konektivitas internasional yang unggul.
Persaingan Ketat sebagai Favorit
Meski bersaing dengan kota-kota besar yang memiliki narasi sejarah panjang, Bali tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari pengalaman wisata yang "berjiwa". Munculnya Bali di antara jajaran kota metropolitan kelas dunia menegaskan bahwa kombinasi keunikan budaya dan keindahan alam tetap menjadi faktor penentu utama di tengah munculnya berbagai destinasi baru di dunia.
Posisi 10 besar destinasi global paling dicari menurut analisis eDreams ODIGEO::
- Bangkok, Thailand
- Tokyo, Jepang
- Paris, Prancis
- London, Inggris
- New York, AS
- Phuket, Thailand
- Frankfurt, Jerman
- Bali, Indonesia
- Roma, Italia
- Madrid, Spanyol
Identitas lokal yang kuat serta kemudahan akses bagi wisatawan asing menjadi kunci mengapa Bali masih mampu bersaing di papan atas tren pariwisata global tahun ini. [*]
Editor : Hari Puspita