DENPASAR, Radar Bali.id – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, yang akrab disapa Cok Ace, resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali masa bakti 2025-2030.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, pada Jumat (23/1/2026).
Usai dilantik, Cok Ace langsung tancap gas menetapkan target jangka pendek: pembenahan basis data anggota. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap banyaknya pelaku usaha hotel dan restoran di Bali yang hingga kini masih enggan bergabung dengan PHRI.
Darurat Data dan Ketidakpatuhan Aturan
Padahal, payung hukum sudah jelas. Gubernur Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan setiap usaha akomodasi dan kuliner untuk bernaung di bawah asosiasi resmi. Sayangnya, respons di lapangan masih minim.
"Kami memohon dukungan dari Bupati dan Wali Kota, karena sebagian besar perizinan keluar di tingkat kabupaten/kota," tegas Cok Ace kepada awak media.
Ia menekankan bahwa penguatan basis data ini bukan sekadar urusan administratif organisasi, melainkan kebutuhan vital bagi pemerintah dalam memetakan industri pariwisata Bali.
Misteri Angka Anomali
Cok Ace juga membeberkan fakta mengejutkan terkait kondisi pariwisata Bali setahun terakhir. Terjadi fenomena "anomali" di mana jumlah kunjungan wisatawan ke Bali tercatat meningkat, namun di sisi lain, tingkat hunian (okupansi) hotel resmi justru merosot.
- Penurunan Okupansi: Pada tahun 2025, okupansi hotel menurun sekitar 8% dibandingkan tahun 2024.
- PAD Stagnan: Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun dilaporkan tidak mengalami peningkatan yang signifikan di tengah tren kenaikan kunjungan.
Maraknya Akomodasi Ilegal
Biang kerok di balik anomali ini diduga kuat adalah maraknya akomodasi tak berizin. Cok Ace mensinyalir banyak wisatawan yang beralih menginap di vila atau hotel yang tidak terdaftar di database resmi maupun asosiasi.
"Ini tentu karena banyak usaha akomodasi tak terdaftar. Mereka mengambil ceruk wisatawan yang sebelumnya tinggal di hotel resmi, kemudian beralih ke akomodasi tak berizin tersebut," tandasnya.
Ke depannya, PHRI Bali di bawah kepemimpinan Cok Ace berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna menertibkan usaha ilegal ini demi menjaga iklim persaingan yang sehat dan optimalisasi pendapatan daerah.[*]
Editor : Hari Puspita