Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

​Banjir di Jalan Wana Segara Tak Kunjung Surut, Waduh Air Basement Hotel Dibuang ke Badan Jalan

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 26 Februari 2026 | 19:43 WIB

 

PERBURUK CITRA: Kondisi di Jalan Wana Segara, Kuta Kamis (26/2/2026)
PERBURUK CITRA: Kondisi di Jalan Wana Segara, Kuta Kamis (26/2/2026)

​MANGUPURA, radarbali.jawapos.com  – Kawasan wisata Jalan Wana Segara, Banjar Segara Kuta, Badung masih terendam genangan air hingga Kamis (26/2/2026).

Banjir dipicu hujan lebat yang terjadi sejak Selasa (24/2) lalu. Kondisi ini diperparah oleh banyaknya hotel di kawasan tersebut yang membuang sisa air dari area basement langsung ke badan jalan, sehingga debit air di permukaan tetap tinggi.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pihak hotel masih berupaya melakukan pemompaan air secara mandiri. Di saat yang sama, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung menerjunkan tim untuk menyedot genangan dan dialirkan langsung menuju Pantai Jerman yang lokasinya paling berdekatan.

​"Saluran sungai permanen lokasinya cukup jauh, sehingga penanganan cepat yang paling memungkinkan adalah membuang air ke area Pantai Jerman," ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra, saat ditemui di lokasi penanganan, Kamis (26/2).

​Gung Rama menjelaskan, penanganan banjir di Kuta dilakukan tiada henti sejak tiga hari lalu. Mulai dari areal Tukad Mati dan Jalan Kunti yang terdampak cukup parah, hingga berlanjut ke Wana Segara.

Ia mengakui durasi surutnya genangan air di Wana Segara menjadi lebih lama karena posisi basement hotel yang terendam air dipompa keluar menuju jalan raya.

​Selain faktor debit air, keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi kendala. Gung Rama menyebutkan adanya ketidaksesuaian ukuran antara kepala pompa milik Dinas PUPR dengan lubang kontrol (manhole) di trotoar.

​"Fasilitas pompa kami memiliki diameter kepala 50 sentimeter, sementara ukuran manhole di sini hanya 40 sentimeter, sehingga penyedotan tidak bisa maksimal. Saat ini kami dibantu oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan tambahan pipa 6 dim, sedangkan pipa kami 8 dim," jelasnya.

​Sejatinya, air sempat surut pada Rabu malam sekitar pukul 22.00. Namun, hujan kembali mengguyur pada dini hari pukul 01.00 yang menyebabkan air kembali naik. Kondisi ini juga diduga dipengaruhi oleh fenomena pasang air laut atau ROB.

​Gung Rama menambahkan, Jalan Wana Segara menjadi lokasi penanganan terlama karena manajemen hotel sempat kesulitan mencari vendor pompa mandiri untuk menangani area basement mereka."Kami tidak mematok target waktu, yang jelas jika ada genangan langsung kami eksekusi. Saat ini kami siagakan dua pompa kecil dan tambahan armada dari BWS," tegasnya.

​Sementara itu, Kelian Banjar Segara, Desa Adat Kuta, I Ketut Werka, memaparkan bahwa curah hujan kali ini merupakan yang terparah. Jalan Wana Segara yang berada di samping Jalan Kartika Plaza merupakan titik terendah yang  menjadikannyan titik kumpulnya air.

​"Ketinggian air di jalan utama rata-rata selutut orang dewasa. Namun, di pemukiman warga seperti di Gang Samudera, air bahkan mencapai sedada orang dewasa. Warga di sana masih menunggu air surut di jalan utama, karena jika di Jalan Wana Segara sudah turun, otomatis air di gang akan ikut menyusut," papar Werka.

​Dampak banjir ini juga mengganggu aktivitas wisatawan mancanegara yang menginap di kawasan tersebut.  Sebagian besar wisatawan yang suka berjalan kaki, mereka terpaksa berbalik arah dan mencari jalan pintas untuk mencapai destinasi mereka.***

 

 

Editor : M.Ridwan
#genangan air #banjir #Kuta Badung