Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Upaya Pelestarian Budaya, BTID Gelar Workshop Aksara Bali dan Konservasi Lontar

Marsellus Pampur • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:38 WIB

Kegiatan workshop gelaran BTID yang diikuti sejumlah pihak termasuk pelajar, Jumat (27/2). (Marsellus Pampur/Radar Bali)
Kegiatan workshop gelaran BTID yang diikuti sejumlah pihak termasuk pelajar, Jumat (27/2). (Marsellus Pampur/Radar Bali)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa Bali 2026, Bali Turtle Island Development (BTID) menyelenggarakan workshop Aksara Bali dan Konservasi Lontar. Kegiatan ini digelar pada Jumat (27/2) di Kampus UID Kura Kura Bali.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 40 peserta, yang terdiri dari perwakilan 20 pelajar tingkat SMP-SMA Kecamatan Denpasar Selatan dan 20 peserta dari kategori umum.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menyampaikan apresiasi mendalam terkait upaya manajemen BTID dalam menjaga warisan tradisi leluhur Bali.

Dia mengapresiasi penggunaan bahasa Bali yang kini lebih masif digunakan, termasuk sebagai pembuka seremoni di berbagai kegiatan perusahaan.

”Harapannya, hal seperti ini bisa diteruskan di perusahaan-perusahaan lain," katanya di sela kegiatan itu. Lanjut dia, sektor pariwisata berkelanjutan harus tetap mengedepankan kearifan lokal.

”Bagaimana Kura Kura Bali ini sangat peduli dengan budaya Bali. Ada konservasi lontar juga. Jadi, ini bukan hanya pariwisata, tetapi juga turut melakukan pelestarian budaya," lanjutnya.

Nuansa budaya semakin kental saat peserta melangkah masuk ke Abode Bali. Di rumah seni-budaya ini, deretan barang antik peninggalan leluhur Bali tersusun rapi dan terawat dengan apik.

Ida Bagus Alit tampak terkesan dan menyebut KEK Kura Kura Bali turut serta menjaga dan memelihara peninggalan sejarah budaya Bali.

Usai menjelajahi koleksi di Abode Bali, para peserta langsung diajak mempraktikkan seni menulis aksara di atas daun lontar yang telah disediakan.

Miranda, salah satu peserta dari kategori umum, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman ini karena dapat memperluas wawasannya tentang budaya Bali.

”Keren banget ya, bravo untuk Kura Kura Bali. Saya sebagai peserta beruntung sekali karena banyak pengetahuan yang bisa didapatkan di sini.

Mulai dari sejarah Bali, mengunjungi mini museum, hingga menulis aksara Bali seperti ini," ungkap Miranda dengan antusias. 

Meski bukan orang Bali asli, ia mengaku kegiatan seperti inilah yang selalu memicu rasa keingintahuannya terhadap warisan tradisi lokal.

Merespons hal ini, Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, berharap ke depannya kegiatan ini bisa berdampak dan menjangkau semakin banyak peserta. 

”Untuk workshop aksara dan lontarini, karena memang baru pertama kami lakukan, kami batasi di 40 peserta. Mungkin di tahun depan bisa lebih banyak lagi, bahkan se-Denpasar Selatan, jadi dampaknya bisa lebih besar lagi," bebernya.

Workshop Aksara Bali dan Konservasi Lontar ini sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan Island Bazaar. Melalui perpaduan kegiatan edukasi budaya dan bazar kreatif ini, BTID berkomitmen untuk terus menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik yang edukatif, di mana masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus memperdalam kecintaan terhadap identitas lokal Bali. 

Editor : Rosihan Anwar
#Kura Kura Bali #btid