Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ngeri! Imbas Perang AS-Israel vs Iran, Penumpang Tujuan Timur Tengah Kebingungan, Okupansi Villa Merosot, Begini Kata Rai Mantra

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 3 Maret 2026 | 08:38 WIB

 

ANTREAN: Sejumlah WNA Sejumlah penumpang kebingungan di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat gangguan penerbangan, kemarin (2/3)/2026)
ANTREAN: Sejumlah WNA Sejumlah penumpang kebingungan di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat gangguan penerbangan, kemarin (2/3)/2026)

DENPASARradarbali.jawapos.com – Konflik Israel-AS versus Iran mulai berdampak pada pariwisata Bali. Sejumlah penerbangan dari dan ke beberapa negara di Timur Tengah terganggu.

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kemarin (2/3), sejumlah penumpang terlihat kebingungan akibat pembatalan jadwal penerbangan.

Maskapai tujuan Timur Tengah seperti Qatar Airways membuka layanan customer service desk untuk melayani penumpang yang terdampak pembatalan.

Dampak konflik tersebut juga dirasakan pelaku pariwisata, karena sudah banyak  pembatalan pemesanan akomodasi mulai terjadi. Ketua Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA), I Kadek Adnyana, mengungkapkan sejak konflik bergulir tingkat pembatalan yang tercatat dari anggota mencapai sekitar 30 persen.

“Sementara ini villa management dan villa rental melaporkan pembatalan sekitar 20 sampai 30 persen,” ujarnya.

Menurut Adnyana, pembatalan dipicu penutupan jalur penerbangan di sejumlah negara akibat perang. Dampaknya terutama terasa dari pasar Eropa dan Timur Tengah.

Anggota Komite III DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menilai pemerintah perlu menunjukkan empati kepada wisatawan yang terdampak dan masih berada di Bali. Ketidakpastian jadwal penerbangan, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan. Dia mengusulkan pemerintah pusat melalui kementerian terkait bersama pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) pelayanan.

“Satgas ini penting agar wisatawan yang belum bisa kembali tetap mendapat informasi dan pelayanan yang jelas. Ini bukan sekadar soal citra, tetapi bagian dari komitmen kita sebagai destinasi pariwisata budaya,” ujar mantan Wali Kota Denpasar tersebut.

 Baca Juga: Masih Dipimpin Supartha, Masa Kerja Pansus TRAP Diperpanjang Enam Bulan, Ini Bidikannya

Putra mantan Gubernur Bali sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk India, Ida Bagus Mantra itu mengingatkan, saat Perang Teluk 1991 terjadi pembatalan massal kunjungan wisatawan. Konflik Israel-AS dengan Iran, lanjutnya, sulit diprediksi kapan akan berakhir.

Karena itu, seluruh komponen pariwisata di Bali diminta bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Termasuk memikirkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang jumlahnya cukup banyak di kawasan Timur Tengah."Semua harus diantisipasi sejak dini,” tandasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#bandara ngurah rai #penerbangan #pembatalan penerbangan #perang Iran AS Israel