TABANAN, Radar Bali.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak nyata bagi pariwisata Bali. Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Bedugul, mencatat penurunan drastis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Tak tanggung-tanggung, penurunan hingga mencapai 50 persen akibat imbas perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, mengungkapkan bahwa tekanan pada sektor wisman saat ini terasa sangat berat. Situasi global yang tidak menentu memicu penurunan jumlah kunjungan harian secara signifikan.
"Rata-rata kunjungan wisman yang biasanya mencapai 600 orang per hari, kini turun menjadi sekitar 300 orang saja," ungkap Teja, Selasa (24/3/2026).
Domestik Jadi Tumpuan, Tapi Tak Sehebat Tahun Lalu
Berbanding terbalik dengan kondisi wisman, kunjungan wisatawan domestik justru mengalami kenaikan sekitar 30 persen bertepatan dengan momentum libur Lebaran dan Nyepi 2026. Sejak Jumat (20/3), angka kunjungan melonjak dari rata-rata 700 orang menjadi 1.100 orang per hari.
Meski naik, angka ini ternyata masih jauh di bawah capaian Lebaran 2025 yang mampu menembus 2.000 orang per hari. Faktor ekonomi global dinilai menjadi penyebab utama melemahnya daya beli masyarakat tahun ini.
"Penurunan domestik dibanding tahun lalu mencapai separuhnya. Selain itu, tahun ini hampir tidak ada rombongan besar atau grup bus, kebanyakan adalah wisatawan keluarga mandiri yang didominasi asal Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," tambahnya.
Strategi Promosi ke Pulau Jawa
Menyiasati lesunya pasar internasional, manajemen DTW Ulun Danu Beratan kini mengalihkan fokus promosi ke pasar domestik, khususnya di tiga provinsi besar di Pulau Jawa. Puncak kunjungan domestik diprediksi masih akan berlangsung hingga Sabtu (28/3/2026) mendatang.
"Kami menargetkan kunjungan domestik mampu menyentuh angka 1.500 hingga 2.000 orang di sisa masa libur panjang ini," pungkas Teja.[*]
Editor : Hari Puspita