Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

WASPADALAH! Kriminalitas Brutal di Bali Tak Hanya Merusak Citra Pariwisata tapi Kepercayaan Bakal Mahal

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 27 Maret 2026 | 13:44 WIB
PERINGATAN KERAS : Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). (ni kadek novi febriani)
PERINGATAN KERAS : Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). (ni kadek novi febriani)

Rentetan aksi kriminalitas sadis yang menyasar warga negara asing (WNA) dalam beberapa waktu terakhir menjadi alarm keras bagi keamanan di Pulau Dewata. Mulai dari pembunuhan tragis warga Belanda di Kerobokan hingga kasus memilukan rudapaksa dan pencurian terhadap turis Tiongkok di Pecatu pada Senin (23/3/2026) lalu, citra Bali sebagai destinasi aman kini berada di pertaruhan besar!

PERINGATAN itu disampaikan Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi ini.

Baca Juga: Pembunuhan Bule Belanda di Kerobokan Terencana, Eksekutor Rene Pouw Sempat Pantau Vila

Menurut tokoh asal Ubud ini, wisatawan tidak akan peduli siapa atau dari mana asal pelakunya; selama kejadian berlangsung di Bali, maka Bali-lah yang dicap tidak aman.

AJAK WASPADA : Anggota Komite III DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (ni kadek novi febriani)
AJAK WASPADA : Anggota Komite III DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (ni kadek novi febriani)

 

"Ini sangat mencederai dan mencoreng nama Bali yang dikenal ramah. Wisatawan tidak mau tahu pembunuhnya siapa, yang jelas kejadiannya di Bali. Jangan sampai mereka menilai Bali tidak aman lagi," tegas mantan Wakil Gubernur Bali ini, Kamis (26/3).

Sorotan pada Wilayah Terpencil dan Sistem Keamanan

Cok Ace menyoroti kerentanan di wilayah Bali Selatan, khususnya Uluwatu dan Kuta Selatan, di mana banyak vila mewah berlokasi di tempat terpencil. Ia mendorong pengelola akomodasi untuk meninggalkan sistem keamanan konvensional.

Indikasi Celah Keamanan Pariwisata

Senada dengan Cok Ace, Anggota Komite III DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, melihat adanya celah kelemahan yang mulai dipelajari oleh sindikat kriminal. Ia mencatat rentetan kasus berat sejak 2025, mulai dari penembakan, mutilasi, hingga perampokan.

"Keamanan adalah faktor utama. Terjadi kriminalitas beruntun ini mengindikasikan adanya celah dalam sistem keamanan pariwisata kita," ujar mantan Wali Kota Denpasar tersebut.

Rai Mantra mengusulkan beberapa langkah konkret:

Upaya Preventif atau Ekonomi Terancam

Peringatan tegas juga datang dari Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih (Ajus Linggih). Politisi muda ini menekankan bahwa jika langkah preventif tidak segera diperkuat, ekonomi Bali yang bertumpu pada pariwisata akan ambruk.

"Penindakan harus tegas. Jika tidak, Bali akan dicap sebagai daerah pariwisata yang tidak aman, dan itu sangat berbahaya bagi masa depan ekonomi kita," pungkas Ajus Linggih.

Kini, bola panas ada di tangan aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk segera mengembalikan rasa aman di tanah kelahiran para dewa ini sebelum kepercayaan dunia benar-benar luntur.[*]

Editor : Hari Puspita
#aksi kriminal warga asing #kriminalitas #kejahatan #pariwisata #keamanan bali