DENPASAR, radarbali.jawapos.com –Target pemerintah menjadikan Pelabuhan Benoa Denpasar sebagai Home Port bagi kapal-kapal pesiar raksasa dunia dan yacht tidak main-main.
Kali ini giliran PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) dengan PT Archipelago Global Jaya mengikat perjanjian lewat penandatanganan kerjasama tambat sandar kapal yacht Salaya di area Pelabuhan Benoa, Minggu 5 April 2026.
Direktur Utama PT. Pelindo Properti Indonesia (PPI), Pitria Kartikasari, mengatakan PPI sebagai lembaga penyedia area tambat kapal tentu memilih pelabuhan yang proper.
“Kami menjalin kerjasama perdana ini dengan durasi satu tahun, dan ini durasi terlama dibanding kapal-kapal Yahcht lainnya yang kadang hanya seminggu tambat,” ungkap Pitria, dalam sesi tanya jawab Minggu (5/4/2026).
Dengan kerjasama ini pihaknya berharap tren wisata maritim kedepan lebih bergairah.
“Saya kira pelabuhan ini menjadi favorit kapal-kapal yacht dunia, kita berharap dengan hadirnya Salaya ini, wisata maritim semakin bergairah kedepannya,” harap Pitria.
Co-Founder/Chief Marketing Officer Salaya Yacht, Prilly Latuconsina, dalam sesi yang sama mengungkapakan, kapal Salaya yang dikelolanya merupakan kapal ekslusif dengan kapasitas maksimum 9 awak.
“Dengan adanya fasilitas sandar yang baik dan proper tentu layanan kami kepada customer akan lebih nyaman. Sebab ini kapal ekslusif dengan kapasitas ideal itu tujuh orang,” papar artis pemeran utama film Danur, ini.
Pihaknya menyediakan fasilitas layanan yang komplit. Bukan hanya menjelajah antar pulau-pulau kecil, namun juga bisa mancing, diving, dan snorkling. Ada bar dan kamar istirahat berpendingin yang berkelas.
”Sejauh ini antusiasme penyewa kapal Salaya ini sangat bagus, tinggi ya, kedua tertinggi setelah Labuan Bajo sehingga inilah yang saya rasa layak dikembangkan,” ujar Prilly.
Umumnya kata dia, pelanggannya adalah wisatawan yang suka liburan simpel. Pihaknya terbuka untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
”Banyak customer kami itu asal Singapura dan Malaysia,” sebut Prilly.
Kapal ini buatan Prancis dengan sistem navigasi akurat, bahkan bisa tahan gelombang laut setinggi dua meter.
Marlamb Samuel Y, Direktur Operasi dan Komersial PT PPI menambahkan, kolaborasi ini bertujuan menciptakan ikon wisata ekslusif, eksotis dan fantastis.
”Pelabuhan Benoa ini terbaik the best di Indonesia ya, Labuan Bajo boleh lebih padat, tapi kondisi laut dan fasilitas sandar, disini tetap nomor satu,” ujar Marlamb, sambil tertawa.***
Editor : M.Ridwan