NEGARA, Radar Bali.id – Konsep pariwisata lintas wilayah Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara (3B) mulai menunjukkan tren positif.
Koridor yang digagas untuk memeratakan kunjungan wisatawan ke ujung barat dan utara Pulau Dewata ini kini menjadi panggung bagi Jembrana untuk unjuk gigi dengan identitas uniknya.
Baca Juga: Viral Blast Global Sumbang Rp100 Juta untuk Pariwisata Jembrana
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, mengungkapkan bahwa meski belum terintegrasi sepenuhnya, komunikasi antarwilayah dalam menyambut rombongan wisatawan sudah mulai berjalan organik.
Baca Juga: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Ditahan
Strategi Berbeda: Bukan DNA Pariwisata Konvensional
Sadar bahwa Jembrana tidak memiliki "DNA" pariwisata yang sama dengan Bali Selatan, Sapta Negara memilih jalur berbeda. Jembrana kini fokus mengembangkan wisata agro yang dinilai lebih sesuai dengan potensi alamnya.
- Klaster Wisata: Jembrana membagi 13 Daya Tarik Wisata (DTW) unggulan ke dalam tiga wilayah (Barat, Tengah, Timur).
- Potensi Baru: Selain agro, Jembrana menyiapkan atraksi polo berkuda serta mengandalkan dampak positif dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sedang berjalan.
”Prinsip kami pelan tapi pasti. Jembrana punya potensi sendiri yang berbeda dan kami tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kami kembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal,” tegas Sapta Negara.
Sinyal positif juga datang dari masyarakat lokal yang mulai mandiri membuka DTW baru. Fenomena ini dianggap sebagai bukti bahwa pariwisata Jembrana mulai tumbuh dari bawah, memperkuat posisi daerah dalam koridor wisata 3B.[*]
Editor : Hari Puspita