MANGUPURA, RadarBali.id – Sektor pariwisata Bali kini tengah diuji oleh sederet tantangan pelik.
Belum usai dampak psikologis akibat bencana banjir beberapa waktu lalu, kini isu sampah hingga kenaikan harga tiket pesawat mulai membayangi niat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata.
Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Bali, I Gusti Putu Ayu Sumarni, mengungkapkan kegelisahannya dalam acara temu bisnis di Kuta, Selasa (14/4/2026).
Sebagai praktisi travel agent, ia merasakan betul betapa sensitifnya pasar terhadap isu lingkungan dan infrastruktur.
"Bali sedang sangat disorot. Sejak kejadian banjir tahun lalu, kami di industri agen perjalanan sangat merasakan dampaknya," keluh Ayu Sumarni.
Keresahan ini kian bertambah dengan lonjakan harga tiket pesawat akibat naiknya harga avtur. Ketua Umum ASPPI, Azwi Awi, mendesak pemerintah untuk segera memberikan solusi konkret. "Kami menunggu janji pemerintah untuk memberikan keringanan pajak agar harga tiket tetap terjangkau oleh pasar," harapnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali tidak tinggal diam. AA Made Anggia Widana dari Dinas Pariwisata Bali menegaskan pihaknya terus melakukan sosialisasi ke bawah untuk menangani masalah sampah. Upaya strategis ini dilakukan demi menjaga citra Bali di mata internasional, sekaligus mencegah adanya travel warning dari negara-negara potensial seperti Korea Selatan.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali