Radar Bali.id – Gejolak geopolitik global mulai memberikan efek domino pada industri pariwisata di Bali. Swan Paradise, resort yang terletak di Desa Saba, Blahbatuh, mengakui adanya penurunan okupansi hingga 40 persen akibat pembatalan pesanan dari mancanegara.
Sales Manager Swan Paradise, Ni Kadek Karina, mengungkapkan bahwa kendala penerbangan internasional dan kenaikan harga BBM menjadi pemicu utama lesunya kunjungan.
Baca Juga: Yes!! Bali Unggul di Peringkat Tingkat Hunian Hotel InJourney Hospitality Selama Nataru 2024/2025
Namun, pihaknya tidak tinggal diam. Swan Paradise kini beralih fokus dengan mengincar pasar domestik dan memperkuat segmen wedding event.
"Kami menawarkan konsep yang lebih privat. Karena lokasi kami tergolong hidden gem di pedesaan dengan pemandangan tebing, tamu bisa berpesta lebih bebas tanpa khawatir mengganggu tetangga," ujar Karina.
Strategi ini terbukti manjur. Saat ini, sudah ada lima pasangan pengantin—termasuk dari India dan Kamboja—yang memesan tempat. Pihak resort bahkan sangat fleksibel dalam menyesuaikan adat istiadat pengantin, seperti menyediakan ruang khusus bagi pengantin India yang membawa properti upacara sendiri.[*]
Editor : Hari Puspita