Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung memutar haluan dalam strategi promosi pariwisata. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar untuk promosi langsung ke luar negeri, Dispar Badung memilih mendatangkan langsung sekitar 70 pelaku biro perjalanan asal India ke Bali.
INI adalah bagian dari upaya jurus baru. Para agen perjalanan ini diajak mengunjungi objek wisata budaya Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, pada Rabu (13//20265) malam.
Baca Juga: Vietnam Bersorak! Turis Australia, India, dan Tiongkok Wajib Tunjukkan Kekayaan untuk Masuk Bali
Kehadiran mereka disambut hangat oleh Penglingsir Puri Ageng Mengwi yang juga Ida Cokorda Mengwi XIII, Anak Agung Gde Agung, bersama jajaran Dispar Badung. Selain disuguhi makan malam dan pertunjukan tari tradisional, mereka juga diperkenalkan secara mendalam dengan sejarah dan keluhuran budaya Pura Taman Ayun.
Ida Cokorda Mengwi XIII, Anak Agung Gde Agung, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan efisiensi anggaran promosi ini.
”Kita mengapresiasi Kabupaten Badung, khususnya Dinas Pariwisata. Mereka mengubah sistem promosi. Tadinya kita harus ke luar negeri dengan biaya cukup tinggi, sekarang kita harus bersyukur turis (agen travel) mau datang ke sini,” ujar mantan Bupati Badung tersebut kepada awak media.
Menurutnya, strategi ini sangat strategis mengingat India merupakan salah satu penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Pulau Dewata. Dengan membawa para pelaku travel agent ini melihat langsung potensi Bali, mereka diharapkan dapat menjadi agen promosi yang efektif saat kembali ke negaranya.
Namun, tokoh puri yang juga anggota DPD RI ini mengingatkan bahwa lonjakan kunjungan harus dibarengi dengan pembenahan di internal Bali. Ada tiga tantangan krusial yang ia garis bawahi: kemacetan, pengelolaan sampah, dan fluktuasi nilai tukar mata uang.
”Masalah kemacetan membuat tamu merasa buang-buang waktu. Kemudian masalah sampah mesti diselesaikan sebaik mungkin. Tantangan ketiga adalah naiknya nilai tukar dolar. Dari segi ekonomi, ini sebenarnya menguntungkan wisatawan yang ke sini dan harus kita manfaatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memecah kepadatan wisatawan yang selama ini menumpuk di kawasan Badung Selatan. Dispar ingin mengenalkan potensi wisata di kawasan utara dan barat, seperti Pura Taman Ayun.
Selain India, Dispar Badung kini tengah membidik pasar Timur Tengah dan negara-negara yang relatif aman dari dampak ketegangan geopolitik global.
”Mungkin ke depan kita sasar China juga, karena kunjungan dari India dan China ini fluktuatif. Ke depan, mungkin akan ada MoU (nota kesepahaman) dengan beberapa negara untuk terus meningkatkan kunjungan,” tandas Putri Mas Agung. [*]
Editor : Hari Puspita