RADAR BALI - Selain terkenal dengan pantai dan budayanya, Bali juga menyimpan potensi agrowisata yang sangat memikat di kawasan dataran tingginya.
Udara yang sejuk membuat wilayah seperti Bedugul dan Kintamani menjadi surga bagi perkebunan buah tropis maupun subtropis yang bisa dipetik langsung dari pohonnya.
Berikut adalah rincian 5 lokasi wisata petik buah di Bali beserta waktu terbaik untuk mengunjunginya agar Anda mendapatkan buah dengan kualitas kematangan yang sempurna:
Sebagian besar agrowisata di Bali menerapkan sistem gratis tiket masuk atau mengenakan tarif yang sangat murah, di mana biaya utamanya baru dihitung berdasarkan berat buah yang Anda petik dan bawa pulang.
1. Kawasan Desa Pancasari (Bedugul) – Wisata Petik Stroberi
Desa Pancasari yang terletak di Kecamatan Sukasada, Buleleng (berbatasan langsung dengan kawasan utama Bedugul) merupakan sentra terbesar budidaya stroberi di Bali.
Di sepanjang jalan desa ini, Anda akan menemukan puluhan papan nama kebun milik warga lokal yang menawarkan sensasi memetik stroberi jenis California atau Sweet Charlie langsung di dalam rumah tegalan (greenhouse) maupun bedengan terbuka.
Waktu Terbaik: Juli hingga September (puncak musim kemarau). Pada bulan-bulan ini, stroberi mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga rasanya jauh lebih manis, berukuran padat, dan tidak mudah membusuk.
Estimasi Harga 2026: Tiket masuk berkisar antara gratis hingga Rp 5.000–Rp 10.000 per orang. Untuk buah yang dipetik dan dibawa pulang, harganya berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per kilogram (tergantung jenis dan ukuran stroberi).
2. Desa Catur (Kintamani) – Wisata Petik Jeruk Kintamani
Selain terkenal dengan kopinya, Desa Catur di Kintamani, Bangli, adalah salah satu penghasil Jeruk Siam Kintamani yang legendaris.
Karakteristik jeruk di sini memiliki kulit yang tipis dengan perpaduan rasa manis dan kandungan air yang sangat melimpah. Pengunjung biasanya diperbolehkan mencicipi langsung di tempat sambil menyusuri kebun yang berlatar pemandangan perbukitan.
Waktu Terbaik: Juni hingga Agustus. Pohon jeruk di Kintamani umumnya mengalami panen raya satu tahun sekali di pertengahan tahun. Datang pada bulan ini menjamin Anda melihat pohon-pohon yang merunduk karena lebatnya buah.
Estimasi Harga 2026: Umumnya gratis tiket masuk. Anda hanya perlu membayar jeruk yang dipetik untuk dibawa pulang dengan harga berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per kilogram (jauh lebih murah dibanding harga toko karena langsung dari petani).
3. Strawberry Stop (Baturiti, Tabanan) – Wisata Edukasi Stroberi
Terletak strategis di jalur utama Denpasar-Singaraja daerah Baturiti, tempat ini memadukan konsep restoran keluarga dengan kebun stroberi yang tertata rapi.
Formatnya sangat ramah anak karena jalurnya bersih dan dilengkapi papan edukasi. Setelah puas memetik, Anda bisa membawa hasil petikan ke restoran untuk diolah menjadi juice, milkshake, atau dinikmati bersama pancake segar.
Waktu Terbaik: Pagi hari (pukul 08.00–10.00 WITA) antara bulan Mei hingga Oktober. Memetik di pagi hari menjaga buah tetap segar dan renyah sebelum terpapar panas terik.
Estimasi Harga 2026: Gratis tiket masuk area kebun dan restoran. Jika ingin melakukan aktivitas memetik, Anda akan dikenakan tarif paket atau sistem timbang buah yang berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 85.000 per kilogram.
4. Desa Banyupoh (Gerokgak, Buleleng) – Wisata Petik Anggur
Bagi yang ingin merasakan sensasi berbeda di luar stroberi dan jeruk, daerah pesisir Buleleng Barat menawarkan agrowisata petik anggur hitam jenis Alphonse Lavallee dan anggur hijau.
Berbeda dengan kawasan Bedugul yang dingin, Desa Banyupoh memiliki iklim kering dan panas yang justru sangat ideal untuk menghasilkan buah anggur dengan kadar gula yang tinggi.
Waktu Terbaik: Agustus dan November. Tanaman anggur di Bali utara biasanya dipanen dua hingga tiga kali dalam setahun. Bulan Agustus memberikan hasil terbaik karena proses pematangan buah terjadi sepenuhnya pada puncak musim kemarau.
Estimasi Harga 2026: Tiket masuk ke area kebun rata-rata gratis. Harga anggur hitam segar hasil petikan sendiri dibanderol sekitar Rp 25.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, tergantung pada musim dan tingkat kemanisan buah.
5. Kebun Strawberry Pak Dadang (Candikuning, Tabanan)
Berlokasi dekat dengan objek wisata Danau Beratan, kebun ini menawarkan hamparan tanaman stroberi dengan sistem hidroponik maupun semi-modern.
Area parkirnya cukup luas dan akses menuju bedengan sangat mudah dijangkau, menjadikannya salah satu opsi favorit bagi rombongan keluarga yang ingin mengincar foto estetis di antara barisan buah yang memerah.
Waktu Terbaik: Juni sampai Agustus. Selain bertepatan dengan kualitas buah yang sedang bagus-bagusnya, bulan-bulan ini menawarkan suhu udara Bedugul yang paling sejuk, membuat aktivitas berjalan-jalan di kebun menjadi sangat nyaman.
Estimasi Harga 2026: Tidak dikenakan biaya masuk (gratis kunjungan). Biaya hanya dikenakan jika Anda memetik buah untuk dibawa pulang atau diolah di tempat menjadi milkshake, dengan tarif timbangan stroberi sekitar Rp 80.000 per kilogram.
Disarankan untuk selalu menyiapkan uang tunai dalam pecahan kecil saat berkunjung ke kebun-kebun milik warga lokal di Pancasari atau Kintamani, karena beberapa petani tradisional belum menyediakan alat pembayaran digital berbasis QRIS.***
Editor : Ibnu Yunianto