Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perkuat Pasar Dunia dan Datangkan 407 Buyers, BBTF 2026 Andalkan Gastronomi Jadi Diplomasi Budaya Global

M.Ridwan • Kamis, 28 Mei 2026 | 23:30 WIB

 

PARIWISATA BERKUALITAS: Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana (tengah) dan Gubernur Bali Wayan Koster serta pejabat teras lainnya saat membunyikan alu sebagai pertanda dibukanya perhelatan internasional BBTF ke-12 di BICC Nusa Dua, 28-30 Mei 2026.. (M. RIDWAN/radarbali.id)
PARIWISATA BERKUALITAS: Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana (tengah) dan Gubernur Bali Wayan Koster serta pejabat teras lainnya saat membunyikan alu sebagai pertanda dibukanya perhelatan internasional BBTF ke-12 di BICC Nusa Dua, 28-30 Mei 2026.. (M. RIDWAN/radarbali.id)

NUSA DUA, radarbali.jawapos.com — Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi favorit pariwisata dunia yang tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga kedalaman makna budaya.

Melalui perhelatan akbar The 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, pintu gerbang pariwisata internasional resmi dibuka di Heritage Garden, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis malam, 28 Mei 2026.

Bukan sekadar pameran dagang biasa, BBTF tahun ini hadir dengan visi yang jauh lebih besar dan berani.

Tidak main-main, gelaran kali ini mengusung tema:  “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage,”

Ajang ini siap merombak cara dunia memandang pariwisata Indonesia. Gastronomi kini ditempatkan sebagai garda depan—sebuah pintu masuk magis untuk menyelami warisan, tradisi, dan cerita di balik setiap hidangan masakan khas lokal.

Antusiasme dunia terhadap komitmen pariwisata berkualitas Indonesia terbukti nyata. BBTF 2026 berhasil mempertemukan 407 buyer papan atas dari 44 negara dengan 286 seller tangguh dari 4 negara serta 13 provinsi di Indonesia.

Angka fantastis ini menjadi bukti sahih: pasar global menaruh kepercayaan penuh bahwa Indonesia adalah mitra bisnis yang sangat kredibel, kompetitif, dan bernilai tinggi.

Malam pembukaan yang megah ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal,  Kabiro Pariwisata DKI Jakarta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan perwakilan Kementerian Luar Negeri, tokoh pariwisata daerah, serta para pelaku industri global. 

Sinergi ini menegaskan komitmen bulat pemerintah: pariwisata adalah motor penggerak ekonomi nasional yang kokoh sekaligus instrumen diplomasi ekonomi yang kuat.

"BBTF 2026 bukan sekadar ruang pertemuan biasa. Ini adalah ruang kepercayaan, akuntabilitas, dan kemitraan strategis," tegas I Putu Winastra, S.AB, M.A.P., Chairman BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali.

"Satu buyer yang hadir di sini memiliki jaringan distribusi global yang mampu membawa ribuan wisatawan berkualitas ke Indonesia setiap tahunnya. Kami ingin memastikan dunia melihat Indonesia sebagai mitra yang tepercaya dan berkelanjutan," tukas Winastra saat sambutan dalam bahasa Inggris di malam pembukaan.

Disebutkan, salah satu esensi terindah dari BBTF 2026 adalah dampaknya yang inklusif. Manfaat ekonomi dari ajang ini tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, melainkan mengalir langsung hingga ke akar rumput seperti;

Melalui platform ini, keunikan destinasi "Beyond Bali" mendapatkan panggung utama, memberikan kesempatan bagi pasar global untuk mengeksplorasi kekayaan Nusantara secara utuh dan merata.

Ditambahkan Winastra, semangat persatuan Indonesia terpancar kuat dalam jamuan makan malam pembukaan.

Berkolaborasi dengan Marriott International Group, para tamu disuguhkan pengalaman gastronomi yang terinspirasi dari Megibung—tradisi makan bersama asal Karangasem, Bali Timur.

”Lebih dari sekadar konsep family-style dining, Megibung adalah simbol kesetaraan, penghormatan, dan kebersamaan yang tulus,” ujarnya.

Puncak peresmian BBTF 2026 ditandai dengan pemukulan Lesung menggunakan Alu serta gema suara Kulkul tradisional.

Alunan ini menjadi seruan sakral bagi gerakan kolektif: pariwisata masa depan hanya bisa bangkit lewat kolaborasi erat antara pemerintah, industri, masyarakat, dan mitra internasional.

Sinergi antardaerah pun semakin solid dengan kehadiran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai co-host strategis.

Melalui Pavilion Jakarta, ibu kota unjuk gigi menampilkan pesona multi-destinasi Indonesia, membuktikan bahwa Bali adalah gerbang utama yang siap mengantarkan wisatawan menjelajahi keindahan provinsi lainnya.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, tekanan inflasi, dan perubahan tren perjalanan, Indonesia memilih jalan berkelas.

Hal ini ditegaskan Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana saat sesi wawancara disela pembukaan.

Dikatakan, BBTF 2026 menjadi jawaban nyata bahwa Indonesia tidak lagi mengejar kuantitas angka kunjungan semata, melainkan pariwisata berbasis kualitas (quality tourism).

“Tentu kita sedang mengupayakan konektivitas transportasi dengan mengajak kerjsama sejumlah maskapai membuka penerbangan langsung ke Indonesia, khususnya Bali,” tandas Menpar Widyanti.

Untuk memberikan pengalaman nyata (experiential tourism), para buyer global ditantang untuk mengikuti 5 program post-tour yang memukau:

1. Lombok & Sumbawa: Menjelajahi potensi alam dan budaya baru NTB.

2. Community-Based Tourism di Bali: Merasakan kehangatan dan kearifan lokal kehidupan desa.

3. Kepulauan Seribu (DKI Jakarta): Menikmati pesona wisata pesisir dan bahari ibu kota.

4. Explore Badung: Menyelami perpaduan budaya, alam, dan gastronomi premium.

5. Sababay Winery: Mengenal kepemimpinan perempuan dalam industri winery lokal Bali, wine tasting, dan craftsmanship Indonesia.***

 

Editor : M.Ridwan
#BBTF 2026 #Bali and Beyond Travel Fair #menteri pariwisata #radarbali #Gastronomi