AMLAPURA, Radar Bali.id– Memasuki periode musim tingginya kunjungan wisatawan (high season), tingkat hunian kamar (okupansi) hotel dan vila di Kabupaten Karangasem belum merata.
Secara umum, angka okupansi di Bumi Lahar saat ini menyentuh 50 persen. Namun, kondisi kontras justru terjadi di kawasan wisata populer Candidasa yang merosot ke angka 40 persen.
Baca Juga: Ratusan Ribu Meter Kubik Pasir dari Pantai Jimbaran Diangkut ke Candidasa
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa, 52, menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Karangasem saat ini masih didominasi oleh pelancong asal Eropa. Konfirmasi mengenai data hunian tersebut disampaikan pada hari Rabu, 17 Juni 2026 pukul 14.00 Wita.
"Hunian kamar hotel di Karangasem sekarang rata-rata berkisar 50 persen. Yang agak rendah justru terjadi di wilayah Candidasa, hanya berada di angka 40 persen," kata Kariasa. Padahal, Candidasa selama ini dikenal sebagai salah satu objek wisata paling populer di kalangan wisatawan asing.
Menurut Kariasa, penurunan okupansi di Candidasa dipicu oleh efek proyek penataan infrastruktur yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Suara bising dari pengerjaan proyek membuat wisatawan memilih mencari akomodasi di luar Candidasa yang lebih tenang, seperti di Sidemen, Amed, dan wilayah sekitarnya.
"Wisatawan kan tidak suka suasana bising. Tapi proyek penataan ini kan bersifat sementara. Nanti kalau sudah selesai ditata, Candidasa akan jauh lebih bagus dan kembali menjadi primadona yang lebih diminati wisatawan," jelasnya optimistis.
Secara keseluruhan, Kariasa mengakui jumlah wisatawan yang menginap di Karangasem pada periode high season ini masih kurang maksimal. Karangasem kerap kali hanya menjadi tempat perlintasan atau tujuan berwisata singkat, sementara para turis lebih memilih menginap di wilayah luar Karangasem seperti Denpasar, Badung, dan Ubud.
"Masalah utamanya ada pada akses geografis yang lumayan jauh. Wisatawan sekarang maunya pergerakan yang cepat dan efisien. Semoga ke depan ada solusi infrastruktur terkait ini," tambahnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan tahun-tahun pascapandemi sebelumnya, tren kunjungan maupun angka hunian kamar di Karangasem sudah menunjukkan grafik peningkatan. PHRI berharap adanya solusi jangka panjang terkait percepatan akses transportasi menuju Karangasem agar angka hunian hotel bisa terus terdongkrak naik. [*]
Editor : Hari Puspita