Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Tourism Run 2026: Menantang Batas di Jantung Jatiluwih, 1.715 Pelari Menjemput 100 Tahun Pariwisata Bali

M.Ridwan • Senin, 22 Juni 2026 | 23:59 WIB
ANTUSIAS: Ribuan peserta sejak pagi buta sudah memadati areal garis start Bali Toursm Run 2026 di titik senter DTW Jatiluwih pada Minggu 21 Juni 2026. (M. RIDWAN/radarbali.id)
ANTUSIAS: Ribuan peserta sejak pagi buta sudah memadati areal garis start Bali Toursm Run 2026 di titik senter DTW Jatiluwih pada Minggu 21 Juni 2026. (M. RIDWAN/radarbali.id)

 

TABANAN, radarbali.jawapos.com — Udara dingin dan kabut tipis masih menyelimuti kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih pagi itu. Namun, tepat pukul 05.30 WITA, keheningan warisan budaya dunia UNESCO tersebut pecah oleh deru langkah dan tawa ribuan orang.

Sebanyak 1.715 pelari dari berbagai daerah berkumpul di depan Jatiluwih Resto, siap menaklukkan rute menantang Bali Tourism Run 2026 pada Minggu (21/6/2026).

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra langsung melepas ribuan peserta untuk berlari menyusuri track Jatiluwih yang menantang. 

Lari gembira ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah selebrasi epik menuju peringatan 100 tahun pariwisata Bali, yang digelar bersamaan dengan kemeriahan Jatiluwih Festival.

Bagi para peserta, paruh pertama balapan adalah sebuah kemewahan visual. Berlatar belakang megahnya Gunung Batukaru dan Gunung Sanghyang, kepulan napas para pelari berbaur dengan udara Jatiluwih yang terkenal bersih dan murni.

Pada 2,5 kilometer pertama, rute terasa bersahabat. Jalur didominasi oleh penurunan elevasi hingga 177 meter, membuat para pelari bisa melaju santai sembari memanjakan mata dengan hamparan sawah berundak yang hijau royo-royo. Namun, "bonus" itu tidak bertahan lama.

"Cukup menguras tenaga. Ini pertama kalinya saya berlari di Jatiluwih. Tapi, pemandangannya benar-benar bagus banget!," ujar Tri Adnyani, salah satu peserta Bali Tourism Run 2026.

Memasuki pertengahan rute, "wajah asli" tantangan Jatiluwih mulai terlihat. Label fun run seketika berubah menjadi trail run tipis-tipis yang menguji fisik.

Secara teknis, berikut adalah rincian medan seauh 6,5 KM yang harus ditaklukkan peserta:

Lelah? Tentu saja. Namun rasa penat itu langsung terbayar di Kilometer 3. Tepat di water station sebelum Pura Luhur Besikalung, riuh semangat anak-anak lokal yang mementaskan Barong Bangkung (cheering) menjadi suntikan energi magis bagi para pelari untuk terus melangkah hingga garis finish.

Sukses di Jatiluwih yang dibuka langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya ini, menandai awal dari tradisi baru pariwisata Bali. Tahun depan, petualangan para pelari akan bergeser ke lanskap yang berbeda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, membocorkan bahwa Bali Tourism Run 2027 akan diboyong ke kawasan suci DTW Besakih, bertepatan dengan puncak perayaan satu abad pariwisata Bali.

"Tahun depan dengan persiapan yang matang, saya yakin event ini akan menjadi lebih baik dan menyedot lebih banyak peserta," ujar Dewa Made Indra optimis.

Ia menegaskan, ajang sportivitas seperti ini harus terus diciptakan sebagai magnet baru bagi wisatawan mancanegara. "Event seperti ini tidak boleh menjadi kegiatan eksklusif, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan memperkuat posisi pariwisata Bali," pungkasnya.

 

Editor : M.Ridwan
#Bali Tourism Run 2026 #100 Tahun Pariwisata Bali #dtw jatiluwih