NEGARA, Radar Bali .id- Libur panjang Hari Raya Galungan membawa berkah melimpah bagi para pelaku pariwisata di kawasan Teluk Gilimanuk, Jembrana.
Baca Juga: Belum Dikenal Luas, Teluk Gilimanuk Jadi Favorit Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran
Selama momen hari besar umat Hindu tersebut, kunjungan wisatawan lokal ke destinasi wisata pesisir ini melonjak drastis, bahkan disebut-sebut meningkat hingga seratus kali lipat dibanding hari biasa.
Baca Juga: Musim Angin Timur, Pantai Teluk Gilimanuk Dikepung Sampah Kiriman
Lonjakan kunjungan paling signifikan terpantau terjadi pada sehari sebelum Galungan (Penampahan) dan saat puncak Manis Galungan, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Astungkara, Kunjungan Wisatawan ke Teluk Gilimanuk Naik Drastis
Koordinator Paguyuban Wisata Teluk Gilimanuk, Sony Budikusuma, mengatakan bahwa mayoritas pengunjung didominasi oleh wisatawan lokal yang datang dari berbagai daerah di Bali.
”Kunjungan sangat ramai. Area parkir kendaraan sampai penuh total dan sudah tidak muat lagi menampung kendaraan pengunjung,” ujar Sony Budikusuma saat dikonfirmasi pada Senin (22/6/2026).
Namun, euforia keramaian tersebut diakuinya hanya berlangsung singkat selama momentum hari raya saja. Setelah rangkaian libur Galungan berakhir, jumlah kunjungan wisatawan terpantau langsung kembali melandai. ”Sekarang kondisinya sudah sepi lagi seperti biasa,” imbuhnya.
Meski demikian, Sony memprediksi geliat pariwisata di Teluk Gilimanuk akan kembali menggeliat dan terasa pada libur Hari Raya Kuningan mendatang. Menurut pengalamannya, pola kunjungan wisatawan domestik biasanya akan kembali meningkat sama seperti saat momentum Galungan. “Prediksi kami akan ramai lagi saat Kuningan nanti,” katanya optimis.
Meningkatnya arus wisatawan ini menjadi berkah manis bagi warga sekitar, khususnya para pedagang kuliner di kawasan Teluk Gilimanuk. Penjualan makanan dan minuman khas setempat meningkat signifikan, begitu pula dengan jasa penunjang wisata lainnya.
Bahkan, jasa penyewaan perahu tradisional untuk berkeliling menikmati keindahan teluk dan hutan mangrove mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa selama libur Galungan. Warga setempat pun berharap tren positif ini bisa terus berlanjut pada momentum hari besar keagamaan atau libur nasional berikutnya, sehingga roda perekonomian masyarakat pesisir Teluk Gilimanuk tetap bergerak positif.[*]
Editor : Hari Puspita