Gelaran tahunan Penglipuran Village Festival XIII 2026 resmi dibuka bertempat di Tugu Pahlawan Penglipuran pada hari Kamis (9/7/2026). Mengusung tema Harmoni Bhumi Penglipuran, Menuju Pariwisata Inklusif Berkelanjutan dan Regeneratif festival yang digelar selama tiga hari mulai 9 hingga 11 Juli 2026 ini diprediksi mampu menyedot kunjungan hingga 5 ribu wisatawan per harinya.
DITUTURKAN Kelian Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, 52, saat ditemui di sela-sela pembukaan festival menuturkan, Penglipuran Village Festival yang kini memasuki tahun ke-13 merupakan bentuk eksistensi dan kreativitas Desa Penglipuran di dunia pariwisata internasional.
Baca Juga: Agenda Lengkap Penglipuran Village Festival 2026: Intip Jadwal Parade Gebogan dan Tari Kolosal
Ajang ini juga menjadi wadah bagi para seniman, pelestari adat dan budaya, serta pelaku UMKM di Penglipuran dan desa penyangga untuk mempromosikan hasil karyanya.
”Sehingga festival ini memang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat dan pengunjung,” katanya.
Digelar bertepatan dengan momen libur sekolah dan libur hari raya, festival ini diperkirakan dapat menarik sekitar 4 ribu hingga 5 ribu kunjungan setiap harinya. Mengingat kapasitas pusat Desa Penglipuran berkisar 2 ribu orang dan maksimal 5 quarter hingga 5 ribu orang, pihak panitia telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi agar wisatawan tetap nyaman.
Di antaranya dengan menerapkan sistem buka-tutup saat terjadi kepadatan kunjungan, serta melakukan sebaran wisatawan ke sejumlah daya tarik Penglipuran yang ada, seperti area hutan bambu. ”Sehingga penumpukan tidak melulu di satu tempat,” jelas Wayan Budiarta pada pukul 10.00 Wita.
Lebih lanjut diungkapkannya, Penglipuran Village Festival untuk kali keempat berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. Hal ini membuktikan bahwa festival ini memiliki inovasi ide, strategi pemasaran, serta manajemen kegiatan yang baik, sekaligus memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dwi Marhen Yono, dalam sambutannya mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkapkan ada lima alasan mengapa 15,6 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Alasan utamanya adalah karena budaya, kuliner, event, dan promo.
Untuk itu, ia meminta agar Pemkab Bangli menjaga kelestarian budaya dan gencar mempromosikan kuliner khasnya sebagai daya tarik utama. ”Kemudian event itu menjadi pendorong utama orang untuk datang ke tempat kita. Berkaitan dengan promo, saat low season buatlah paket-paket promo menarik sehingga dapat kami promosikan ke luar negeri,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita