Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ombak 2,5 Meter Ancam Pantai Bali, Siswa Study Tour Dilarang Berenang

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:39 WIB
ilustrasi - bendera larangan berenang di Pantai Kuta. BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter di sejumlah wilayah pesisir Bali.
ilustrasi - bendera larangan berenang di Pantai Kuta. BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah pesisir Bali.

 

RADAR BALI – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang mengancam sejumlah perairan di selatan Bali.

Berdasarkan data BMKG, gelombang laut diprediksi bisa mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dalam periode 10–13 Juli 2026.  

Menyikapi ancaman cuaca ekstrem ini, UPTD Badung Lifeguard meminta rombongan wisatawan, termasuk siswa dan guru yang sedang melakukan agenda study tour di kawasan pesisir Bali, untuk tidak berenang maupun bermain kano saat air laut pasang demi menjaga keselamatan jiwa.  

Angin kencang dan cuaca ekstrem diprediksi memicu peningkatan tinggi gelombang di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali yang diprediksi dapat mencapai 2 meter atau lebih. 

Selain gelombang tinggi, masyarakat dan wisatawan juga diminta mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor. Kondisi tersebut turut memengaruhi prakiraan tinggi gelombang di sejumlah pelabuhan utama di Bali yang berlaku mulai 12 hingga 14 Juli 2026. 

Di Pelabuhan Benoa, tinggi gelombang laut diprediksi mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai rentang 1,25–2,5 meter pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan kecepatan angin bertiup dari arah barat daya hingga 19 knot.

Kondisi gelombang di kisaran 0,5–1,25 meter terpantau berada di Pelabuhan Serangan, Pelabuhan Kusamba, Pelabuhan Nusa Penida, serta Pelabuhan ASDP Gilimanuk.

Sementara itu, untuk Pelabuhan Sanur, tinggi gelombang laut mencatatkan kisaran yang sama dengan Pelabuhan Serangan yakni berada pada rentang 0,5–1,25 meter.

Seluruh area pelabuhan ini juga diimbau tetap waspada karena disertai hembusan angin kencang mencapai 19 knot dengan kondisi langit didominasi berawan tebal.

Peningkatan kewaspadaan juga dilakukan oleh Badung Lifeguard dengan mengintensifkan patroli di sepanjang pesisir dari Pantai Jerman hingga Pantai Mengening. Langkah ini diambil karena jumlah wisatawan meningkat signifikan selama libur sekolah Juni–Juli, yang berbarengan dengan potensi gelombang tinggi.

Kepala UPTD Badung Lifeguard Kuta I Wayan Somer menjelaskan bahwa personel telah dibagi ke wilayah utara dan selatan agar seluruh kawasan pantai tetap terpantau. Pengawasan dimaksimalkan melalui patroli intensif serta penyampaian imbauan berkala pada siang hingga sore hari saat jumlah pengunjung mencapai puncaknya.

“Selama ada peringatan gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan, kami mengimbau seluruh masyarakat, wisatawan, dan pengguna jasa pantai agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir,” ujar Somer.

Menurut I Wayan Somer, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Juli hingga Agustus memang menjadi siklus masuknya musim gelombang besar di kawasan pantai barat Badung akibat pengaruh angin timur atau Monsun Australia.

Demi memprioritaskan keselamatan pengunjung, wisatawan sangat dilarang berenang di lokasi yang dipasangi bendera merah atau zona berbahaya. Pengunjung hanya disarankan berenang di area berbendera merah-kuning yang berada di bawah pengawasan petugas penyelamat.

Selain mematurhi rambu keselamatan dan arahan petugas, orang tua juga diminta memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka selama libur sekolah. Petugas mengingatkan agar wisatawan segera keluar dari air jika arus menguat atau gelombang tiba-tiba membesar.

“Kalau terjadi keadaan darurat atau membutuhkan pertolongan saat berada di laut, segera melambaikan tangan ke atas agar petugas bisa segera mengetahui dan melakukan penyelamatan,” tegas Somer.

Larangan tegas bagi wisatawan untuk berenang dan bermain olahraga air juga diterapkan untuk pengunjung di kawasan pantai selatan lainnya, seperti di Pantai Pandawa.

Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Desa Adat Kutuh menyiagakan tujuh petugas lifeguard disiagakan penuh setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 19.00 Wita. Mereka ditempatkan di lima titik pengawasan strategis yang tersebar di sepanjang area Pantai Pandawa untuk memantau aktivitas wisatawan secara langsung.  

Pantai Pandawa selama ini memang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik untuk berenang dan menikmati kano, terutama ketika air laut sedang surut.

Namun, demi keselamatan bersama, seluruh aktivitas air tersebut dilarang keras untuk sementara waktu selama ombak tinggi dan air laut sedang pasang.***  

Editor : Ibnu Yunianto
#Wisata Pantai Bali #Badung Lifeguard #BMKG Wilayah III Denpasar #Pantai pandawa #Gelombang Tinggi Bali