TABANAN, Radar Bali – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot memastikan agenda tahunan Tanah Lot Art and Food Festival VII tetap bakal dihelat tahun ini.
Even bergengsi ini dirancang khusus untuk mendongkrak angka kunjungan sekaligus memikat para pelancong yang belum pernah berkunjung ke destinasi ikonik tersebut.
Baca Juga: Nyaem…Nyaem…Wow, Nikmatnya Entil Sanda Pupuan, Kelezatan Langka yang Merajai Festival Tanah Lot
”Festival Tanah Lot ini akan kami gelar pada akhir Agustus mendatang selama tiga hari,” puji Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, saat dikonfirmasi pada Senin, 27 Juli 2026 (27/7/2026).
Sudiana menjelaskan, selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung akan dimanjakan dengan penampilan deretan artis lokal Bali, pertunjukan musik, tari tradisional, hingga parade seni budaya yang menampilkan kreativitas masyarakat lokal. Mulai dari parade gebogan, tari joget bumbung, hingga atraksi kesenian daerah lainnya.
Selain menjadi ajang apresiasi para seniman, festival ini difungsikan sebagai wadah promosi produk kuliner dan ekonomi kreatif lokal, sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar kawasan Tanah Lot.
”Kami juga akan melibatkan puluhan UMKM dan puluhan pelaku seni yang ada di Kecamatan Kediri. Khususnya warga yang memiliki usaha kuliner dan para seniman di sekitar Desa Beraban,” tegas Sudiana.
Pihak manajemen optimistis festival tahun ini kembali menjadi momentum krusial dalam mendorong roda perekonomian masyarakat. Mengingat rata-rata kunjungan harian di DTW Tanah Lot saat ini berada di angka 2.500 hingga 3.000 orang per hari.
”Harapan kami kunjungan wisata dapat makin terdongkrak di tengah situasi pariwisata Bali yang kembali normal. Target kami kunjungan wisatawan bisa mencapai 7.000 hingga 8.000 pengunjung selama event,” terangnya.
Kesuksesan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelecut semangat bagi manajemen DTW Tanah Lot untuk menyajikan konsep yang lebih segar, tanpa merusak identitas budaya lokal sebagai roh utama.
Dukungan sinergis dari pemerintah daerah, masyarakat adat, pelaku pariwisata, hingga para sponsor diharapkan mampu menciptakan festival yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para wisatawan. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali