Rayakan Kemerdekaan Bersama GWK CULTURAL PARK Kembali Gelar Pesta Rakyat 2026

Admin Radar Bali • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:41 WIB

 

Konferensi pers Pesta Rakyat GWK 2026 untuk memeriahkan HUT Ke- 81 RI pada 17 Agustus 2026
Konferensi pers Pesta Rakyat GWK 2026 untuk memeriahkan HUT Ke- 81 RI pada 17 Agustus 2026

UNGASAN, radarbali.jawapos.com - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momen yang
dinantikan di GWK Cultural Park melalui penyelenggaraan Pesta Rakyat 2026 yang akan digelar pada 17
Agustus 2026.

Memasuki penyelenggaraan keenam, Pesta Rakyat kembali hadir sebagai agenda tahunan
dalam menyambut Hari Kemerdekaan dengan memadukan budaya, hiburan, kuliner, partisipasi
masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu perayaan.

Sebagai ikon budaya Indonesia, GWK Cultural Park memaknai Hari Kemerdekaan bukan hanya sebagai peringatan tahunan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengajak masyarakat menikmati kekayaan budaya Indonesia dalam suasana penuh semangat kebersamaan.

Tahun ini, konsep penyelenggaraan dirangkum dalam akronim PESTA
yang diambil dari nama acara Pesta Rakyat. Setiap huruf merepresentasikan elemen utama yang
membentuk penyelenggaraan, yaitu Panggung Budaya, Eksplorasi Rasa, Sorak Sorai, Titik Temu, dan Alam
Lestari.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, mengatakan bahwa konsep PESTA menjadi
benang merah penyelenggaraan Pesta Rakyat tahun ini sekaligus mencerminkan identitas GWK Cultural
Park sebagai ikon budaya Indonesia.

“Pesta Rakyat kami rancang sebagai perayaan Hari Kemerdekaan
yang tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mencerminkan
identitas GWK Cultural Park sebagai ikon budaya Indonesia. Melalui konsep PESTA, kami memadukan
budaya, kuliner, hiburan, keterlibatan masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu
pengalaman yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan,” ujar Rossie.

Elemen Panggung Budaya menjadi bagian utama dalam Pesta Rakyat 2026 dengan mengangkat nilai-nilai
budaya Indonesia sebagai fondasi perayaan. Salah satunya melalui program Dolanan, yang menghadirkan
permainan tradisional sebagai bagian dari budaya perayaan Hari Kemerdekaan sekaligus menjadi ruang
untuk mempererat kebersamaan.

Program ini melibatkan banjar sekitar serta siswa dari berbagai sekolah
melalui berbagai permainan seperti tarik tambang, panjat pinang, balap bakiak, balap karung estafet,
egrang, balap kelereng, hingga lomba makan kerupuk.

Sementara itu, Eksplorasi Rasa menghadirkan sajian spesial Hari Kemerdekaan dari Jendela Bali, yaitu
Sang Saka Burger dan Patriot Panna Cotta, yang dilengkapi pilihan cocktail dan mocktail bertajuk
Semangat Juang. Sajian tersebut menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang melengkapi Pesta Rakyat
2026 dengan menghadirkan pilihan hidangan yang selaras dengan semangat perayaan Hari
Kemerdekaan.

 

Pesta Rakyat GWK dimeriahkan Dengan Musik, Budaya dan Kembang Api Spektakuler
Pesta Rakyat GWK dimeriahkan Dengan Musik, Budaya dan Kembang Api Spektakuler
 

Berikutnya, Sorak Sorai menampilkan pertunjukan seni dan musik dari talenta lokal maupun nasional.
Panggung Pesta Rakyat akan dibuka oleh Teater Topenk dari SMAN 2 Denpasar, kemudian dilanjutkan
dengan penampilan Juicy Luicy, D’Masiv, Aldi Taher, dan Soulfood. Seluruh rangkaian acara akan dipandu
oleh Duo Giga sebagai pembawa acara.

Pengunjung juga berkesempatan mengikuti undian berhadiah
dengan berbagai hadiah menarik, di antaranya motor listrik Polytron, Honda BeAT, iPhone 17, MacBook
Neo, serta smartphone Xiaomi.

Elemen Titik Temu menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam Pesta
Rakyat. Melalui program Dolanan, banjar sekitar, siswa dari berbagai sekolah, serta komunitas turut
berpartisipasi dalam menghidupkan permainan tradisional sebagai bagian dari perayaan Hari
Kemerdekaan.

Selain itu, MyMelali GWK Market menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal dan Kencana
Souvenir Oleh Oleh Khas Bali untuk memperkenalkan beragam produk kepada para pengunjung sebagai
bagian dari penyelenggaraan Pesta Rakyat 2026.

Sebagai bagian dari semangat menjaga lingkungan, Alam Lestari menghadirkan upaya pengelolaan
limbah selama penyelenggaraan acara. Proses ini dilakukan melalui pemilahan sampah organik dan
non-organik. Sampah organik akan diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik akan
disalurkan kepada mitra pendaur ulang yang bekerja sama dengan GWK Cultural Park.

Selain pengelolaan limbah, pengunjung juga dapat mengikuti edukasi pengolahan sampah serta melihat
showcase pengolahan eco enzyme dan composting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran
terhadap lingkungan.

Salah satu highlight dalam Pesta Rakyat 2026 adalah pertunjukan kembang api yang akan diluncurkan
dari tiga titik berbeda di kawasan GWK Cultural Park. Pertunjukan ini menjadi bagian dari perayaan Hari
Kemerdekaan yang dapat dinikmati oleh pengunjung sebagai salah satu momen utama dalam
penyelenggaraan Pesta Rakyat tahun ini.

Melalui penyelenggaraan kelimanya, Pesta Rakyat diharapkan
dapat terus menjadi agenda yang mempertemukan masyarakat dalam semangat kemerdekaan sekaligus
memberikan pengalaman berkesan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke GWK Cultural
Park.

Mari menjadi bagian dari perayaan Pesta Rakyat 2026 pada 17 Agustus 2026 di GWK Cultural Park. Tiket
tersedia dengan pilihan Reguler seharga Rp150.000 dan VIP seharga Rp250.000 yang dapat dibeli melalui
website resmi gwkbali.com.

Tentang GWK Cultural Park

GWK Cultural Park merupakan taman budaya ikonik di Bali yang menghadirkan perpaduan seni, budaya,
edukasi, hiburan, dan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional dalam satu kawasan.
Berlokasi di Ungasan, Kabupaten Badung, kawasan ini menjadi tempat beridirinya Patung Garuda Wisnu
Kencana, salah satu patung monumental tertinggi di dunia. Selain menyajikan pertunjukan budaya
setiap hari, GWK Cultural Park juga menyediakan berbagai fasilitas untuk penyelenggaraan acara, mulai
dari festival, konser musik, kegiatan MICE, hingga acara privat, dengan tetap mengedepankan
pelestarian budaya Indonesia sebagai bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada setiap
pengunjung. (tjh)

Editor : Rosihan Anwar
GWK Cultural Park hut ri