DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Beredarnya video berdurasi sekitar 13 menit yang diduga menampilkan pasangan warga negara asing (WNA) dalam konten dewasa yang disebut direkam di Bali mulai mendapat perhatian jajaran Imigrasi Bali.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menyatakan akan melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk memastikan informasi mengenai identitas maupun keberadaan WNA yang diduga terlibat dalam video tersebut.
Ketua Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Putu Astina, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh lantaran masih melakukan koordinasi internal.
“Kami koordinasikan dulu ya,” ujar Putu Astina singkat.
Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya video yang belakangan ramai beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang perempuan WNA terlihat melakukan sejumlah aktivitas selama berada di Bali sebelum rekaman berlanjut pada adegan yang bersifat dewasa.
Baca Juga: Era Baru Industri Pindar, Fintech Lending Days 2026 Perkuat Kolaborasi Ekosistem Pendanaan Digital
Sementara itu, sumber lain menyebut pemeran perempuan dalam video tersebut diketahui bernama Maeva Sinaloa.
Nama tersebut disebut berkaitan dengan seorang tokoh media sosial dan kreator konten asal Prancis yang aktif membagikan konten mengenai keseharian, gaya hidup, perjalanan, hingga mode melalui sejumlah platform media sosial.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Imigrasi Bali yang memastikan bahwa perempuan dalam video tersebut merupakan Maeva Sinaloa.
Identitas pemeran serta status kewarganegaraannya masih perlu diverifikasi melalui pengecekan keimigrasian. Sebelumnya, video tersebut menjadi perhatian lantaran lokasi yang diduga menjadi tempat pengambilan gambar disebut berada di sebuah vila dengan konsep bangunan yang menyatu dengan alam Bali.
Dari penelusuran awal, lokasi tersebut diduga berada di kawasan Magic Hills Bali, Banjar Dinas Padangaji Kawan, Desa Padangaji, Kecamatan Selat, Karangasem.
Dugaan itu muncul berdasarkan kemiripan latar bangunan, panorama alam, serta desain villa yang terlihat dalam rekaman. Pada bagian awal video, aktivitas yang ditampilkan terkesan seperti konten perjalanan pada umumnya.
Perempuan tersebut terlihat menikmati suasana villa dan panorama alam Bali. Ia juga tampak melakukan aktivitas wisata menggunakan kendaraan ATV sebelum kembali ke penginapan.
Rekaman kemudian beralih menjadi konten dewasa yang diduga sengaja dibuat sebagai bagian dari produksi konten digital.
Beberapa bagian video memperlihatkan aktivitas pribadi pemeran di dalam bangunan villa.
Ciri lokasi yang menjadi perhatian antara lain desain bangunan bernuansa bambu serta area balkon dengan jaring yang menghadap langsung ke panorama lembah, pepohonan, persawahan dan kawasan perbukitan.
Sumber petugas sebelumnya juga menyebut dugaan asal pemeran perempuan dari kawasan Eropa berdasarkan sejumlah karakteristik bahasa yang terdengar dalam video.
Analisis tersebut mengacu pada pelafalan atau aksen, susunan tata bahasa, hingga pilihan kosakata yang digunakan. Kendati demikian, ciri linguistik tersebut hanya menjadi petunjuk awal dan belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan kewarganegaraan seseorang.
Kini, informasi mengenai identitas pemeran, lokasi pembuatan video, serta status keimigrasian WNA yang diduga terlibat masih menunggu hasil pengecekan dari pihak berwenang.
Imigrasi Bali sendiri belum memberikan kesimpulan apakah terdapat pelanggaran keimigrasian dalam kasus tersebut. Pengecekan dan koordinasi dengan jajaran terkait menjadi langkah awal sebelum menentukan tindakan lebih lanjut.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com