Pergelaran Festival Makepung Jembrana 2026 berlangsung semarak. Tak hanya menyuguhkan aksi adu cepat pasangan kerbau, gelaran di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Minggu (23/8/2026), juga diramaikan aksi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) yang ikut menjajal menjadi joki makepung.
SORAK sorai penonton pecah ketika pasangan kerbau yang ditunggangi Kembang dan Ipat melaju kencang di lintasan.
Keduanya tampak memacu kerbau hingga menuju garis akhir, menambah kemeriahan festival yang menjadi salah satu rangkaian HUT Kota Negara ke-131 tersebut.
Baca Juga: Adu Cepat 254 Pasang Kerbau di Sirkuit All In One di Makepung Kapolda Cup 2026
Makepung merupakan tradisi khas Jembrana yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bagi masyarakat setempat, makepung bukan sekadar perlombaan adu cepat pasangan kerbau, melainkan bagian dari identitas budaya yang hingga kini masih dipertahankan.
Baca Juga: Saksikan Makepung Bupati Cup 2025, Ribuan Warga Padati Sirkuit Samblong
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, di balik tradisi makepung terdapat nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong. Karena itu, keberadaan tradisi tersebut dinilai penting untuk terus dijaga agar tidak tergerus zaman.
”Ini tradisi kita. Makepung bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana kita menjaga budaya dan menumbuhkan kembali, sehingga peminatnya makin hari makin bertambah di Jembrana,” ujar Kembang.
Menurut dia, pemerintah daerah akan terus memberikan ruang bagi komunitas dan berbagai kegiatan masyarakat untuk berkembang. Termasuk kegiatan yang mampu mendorong keterlibatan generasi muda sekaligus mengenalkan potensi budaya Jembrana kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Koordinator Seka Makepung Jembrana I Made Mara menyebut Festival Makepung Jembrana 2026 diikuti 268 pasang kerbau. Peserta terbagi dalam dua regu, yakni Regu Barat sebanyak 144 pasang dan Regu Timur sebanyak 124 pasang.
”Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, festival ini juga menjadi ajang memperkuat eksistensi makepung sebagai salah satu identitas budaya Jembrana,” kata Made Mara.
Dia berharap kegiatan makepung dapat terus dikembangkan. Tidak hanya menjadi tontonan bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata berbasis budaya.
”Kami sebagai komunitas pecinta makepung berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus memperkenalkan Jembrana lebih luas,” ujarnya.
Made Mara menegaskan, keberlangsungan makepung sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan regenerasi penggemarnya. ”Harapannya makepung tetap hidup, semakin dikenal dan bisa menjadi bagian dari potensi pariwisata Jembrana,” pungkasnya.
Festival tersebut turut dihadiri Forkopimda Jembrana, kepala OPD terkait, serta ratusan masyarakat dan penggemar makepung dari berbagai wilayah di Jembrana. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali