Tanah Lot Art and Food Festival 2026#7:Targetkan 7 Ribu Pengunjung per Hari, dan Transaksi Rp 10 M

Hari Puspita • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:14 WIB
TARGETKAN PERPUTARAN UANG RP 10 MILIAR: Semarak parade gebogan saat Tanah Lot Art and Food Festival tahun 2025 lalu. (foto:Juliadi/Radar Bali)

 
TARGETKAN PERPUTARAN UANG RP 10 MILIAR: Semarak parade gebogan saat Tanah Lot Art and Food Festival tahun 2025 lalu. (foto:Juliadi/Radar Bali)  

Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan memastikan ajang Tanah Lot Art and Food Festival #7 akan berlangsung selama tiga hari pada akhir bulan ini, yakni mulai Jumat (28/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).

PERHELATAN itu segera bergulir lagi. Festival tahunan ini tak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan hingga 7 ribu orang per hari.

Baca Juga: Serunya Festival Makepung Jembrana 2026, Bupati Kembang dan Wabup Ipat Ikut Jadi Joki

Tetapi juga diproyeksikan menjadi pendorong roda ekonomi warga lokal melalui transaksi kuliner dan produk UMKM.

Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana menyatakan, kendati anggaran festival yang dialokasikan oleh Badan Pengelola tahun ini sebesar Rp 2 miliar, pihak manajemen optimistis tingkat kunjungan wisatawan selama festival akan melonjak signifikan.

Baca Juga: Nyaem…Nyaem…Wow, Nikmatnya Entil Sanda Pupuan, Kelezatan Langka yang Merajai Festival Tanah Lot

”Jika pada hari biasa rata-rata kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot berkisar 3-4 ribu orang per hari, maka saat festival berlangsung kami menargetkan bisa menyentuh angka 7 ribu lebih kunjungan per hari,” ujar Sudiana, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: 150 Penari Megahkan Pembukaan Buleleng Festival 2026

Tak hanya itu, Manajemen DTW Tanah Lot memproyeksikan perputaran nilai transaksi keuangan selama tiga hari penyelenggaraan festival dapat mencapai Rp 10 miliar. Target tersebut didasarkan pada kalkulasi capaian festival-festival periode sebelumnya di DTW Tanah Lot.

”Nilai transaksi tersebut mencakup hasil penjualan tiket masuk, penjualan souvenir atau oleh-oleh khas Bali, stan kuliner UMKM/IKM, wahana permainan anak, jasa transportasi dan ojek online, hingga pedagang minuman,” jelasnya.

Sudiana menjelaskan, festival kali ini mengusung konsep yang sedikit berbeda dengan memprioritaskan panggung bagi seniman lokal Bali serta sanggar seni budaya di wilayah Desa Beraban dan sekitarnya. Kemeriahan festival juga akan disokong oleh atraksi tari tradisional dari belasan desa adat, di antaranya Desa Adat Jadi, Cepaka, Mundeh, Kediri, hingga Kaba-Kaba.

”Festival kali ini tidak hanya ditujukan untuk menggaet wisatawan luar, tetapi juga menjadi sarana ruang interaksi publik bagi warga Tabanan serta menjadi titik kumpul masyarakat,” terangnya.

Penyelenggaraan festival ini disambut antusias oleh warga Desa Beraban dan masyarakat Tabanan pada umumnya. Sejumlah banjar adat di Desa Beraban telah melakukan berbagai persiapan parade budaya, seperti latihan parade gebogan oleh kelompok ibu-ibu PKK serta parade tari dan baleganjur oleh sekaa teruna-teruni (STT) desa.

”Antusiasme ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat sekaligus membuktikan dampak ekonomi langsung yang dirasakan oleh warga,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
festival tahunan Tanah Lot Tabanan target kunjungan perputaran uang kuliner