Wisman Masih Dominasi Kunjungan ke Karangasem, Disbudpar Sebut High Season Justru Melandai

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:00 WIB
TAMAN UJUNG : Salah satu andalawan wisata Karangasem. (dok.Radar Bali)
TAMAN UJUNG : Salah satu andalawan wisata Karangasem. (dok.Radar Bali)

Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem hingga pertengahan semester kedua tahun ini masih didominasi oleh wisatawan mancanegara (wisman). Terhitung sejak Januari hingga Agustus 2026, total angka kunjungan wisatawan mencatatkan angka 688.945 orang.

DARI  total tersebut, sebanyak 552.089 orang merupakan wisman. Sementara angka kunjungan wisatawan domestik (wisdom) berada di angka 138.856 orang.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Klungkung Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolres Baru, Pengawasan Wisman di Nusa Penida Jadi Perhatian

Data ini memperlihatkan bahwa destinasi di Karangasem masih kurang dilirik oleh wisatawan domestik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha, membenarkan bahwa angka kunjungan turis ke Ujung Timur Pulau Dewata tersebut masih didominasi oleh turis asing. ”Eropa, Asia, dan benua lainnya. Memang lebih didominasi wisman,” ujarnya.

Hingga saat ini, objek wisata Taman Tirta Gangga masih menjadi destinasi favorit dengan mencatatkan total kunjungan mencapai 258.069 orang. ”Objek wisata lain seperti Pura Lempuyang, Besakih, dan Taman Ujung juga cukup ramai dikunjungi,” kata Eddy.

Meski demikian, Eddy menuturkan bahwa harapan akan tingginya angka kunjungan saat memasuki masa high season justru tidak sesuai ekspektasi.

Realita di lapangan menunjukkan jumlah kunjungan saat high season relatif sama dengan musim biasa. Jika dibandingkan dengan data semester satu tahun lalu yang mencapai sekitar 610.000 orang, pada periode yang sama tahun ini tercatat 520.000 orang. ”Dari data itu kunjungan wisatawan turun,” ungkapnya.

Disinggung mengenai penyebabnya, Eddy mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu melandainya kunjungan di masa high season. ”Tapi kondisi itu terjadi tidak hanya di Karangasem saja, melainkan secara keseluruhan di Bali pun mengalami hal serupa,” imbuhnya.

Khusus di Karangasem, penataan Pantai Candidasa diperkirakan menjadi salah satu faktor pemicu. Aktivitas pengerjaan proyek penataan tersebut dinilai sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan yang mencari ketenangan.

 ”Ini sifatnya hanya sementara. Nanti kalau sudah selesai ditata, kami yakin kunjungan wisatawan akan meningkat karena proyek penataan ini akan menjadi daya tarik baru,” jelasnya.

Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, pihaknya optimistis dapat minimal menyamai capaian total kunjungan wisatawan tahun lalu yang menembus angka 1,2 juta orang. ”Semoga di sisa bulan tahun ini kunjungan semakin meningkat,“ harapnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Kunjungan Wisman Bali 2026 kunjungan wisdom pariwisata karangasem hunian hotel taman ujung