Menelisik Jejak Marvelvino di Bali: Influencer Keluarga dan Wajah Baru Promosi Pariwisata

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:19 WIB
Fasilitas berkelas Eastin Ashta Resort Canggu, Kuta Utara Badung, Bali. (Eastin Ashta Resort Canggu for radarbali.id)
Fasilitas berkelas Eastin Ashta Resort Canggu, Kuta Utara Badung, Bali. (Eastin Ashta Resort Canggu for radarbali.id)
 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ketika sebuah keluarga dari Jakarta mengumumkan akan menghabiskan tiga minggu libur sekolah di Bali, mungkin tidak banyak yang menyangka bahwa perjalanan itu akan menjadi bahan perbincangan di kalangan pelaku industri pariwisata. Namun itulah yang terjadi pada Marvelvino, akun family travel and lifestyle yang dikelola sebuah keluarga beranggotakan empat orang.

Marvelvino bukan nama baru di jagat konten perjalanan. Mereka telah mengunjungi delapan negara dan 23 kota. Namun perjalanan ke Bali kali ini punya bobot yang berbeda. Bukan karena destinasi yang dipilih, Bali sudah lama menjadi primadona wisata Indonesia, melainkan karena cara perjalanan itu dikemas dan dipublikasikan.

Sepanjang tiga minggu, Marvelvino tidak hanya berlibur. Mereka merekam, bercerita, dan yang tak kalah penting, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan Bali dari sudut pandang keluarga. Hasilnya adalah rangkaian konten yang tidak sekadar menampilkan keindahan Bali, tetapi juga membangun narasi tentang bagaimana sebuah keluarga menikmati waktu bersama di sana.

 

Enam Hotel, Enam Wajah Bali

Dari penelusuran di berbagai platform digital Marvelvino, terlihat bahwa perjalanan mereka ke Bali melibatkan kolaborasi dengan enam hotel bintang empat dan lima yang tersebar di berbagai area:

 

Grand Mercure Seminyak di Seminyak

 

Eastin Ashta Resort Canggu di Canggu

 

Kuta Galleria di Kuta

 

eL Hotel & Resort Bali di Sanur

 

Jimbaran Beach Hotel di Jimbaran

 

Hilton Garden Inn Bali Nusa Dua di Nusa Dua

 

Pemilihan keenam hotel ini menarik untuk dicermati. Masing-masing mewakili karakter wilayah yang berbeda. Seminyak dikenal dengan gaya hidup dan lifestyle-nya, Canggu dengan nuansa anak muda dan kafe-kafe kreatif, Kuta dengan denyut wisata massal, Jimbaran dengan pantai dan seafood-nya, hingga Nusa Dua dengan kawasan resort mewahnya.

 

Panorama indah dan eksotik pantai di kawasan Nusa Dua Bali. (marvelvino for radarbali.id)
Panorama indah dan eksotik pantai di kawasan Nusa Dua Bali. (marvelvino for radarbali.id)

 

Bagi pengamat pariwisata, pola ini menunjukkan bahwa Marvelvino tidak sekadar mengejar eksposur dari hotel-hotel besar. Mereka membangun narasi bahwa Bali punya banyak wajah, dan setiap wajah bisa menjadi pengalaman berbeda bagi keluarga.

 

Cara Berbeda Mempromosikan Destinasi

Fenomena influencer atau content creator bekerja sama dengan hotel dan destinasi wisata bukan hal baru. Namun yang membedakan Marvelvino adalah pendekatannya.

 

Dari konten-konten yang mereka publikasikan, terlihat bahwa Marvelvino tidak tampil sebagai talking head yang mempromosikan hotel secara langsung. Mereka menampilkan suasana, arsitektur, fasilitas, makanan, dan momen kebersamaan keluarga di tempat-tempat tersebut. Penonton diajak merasakan, bukan sekadar diberi tahu.

 

Pendekatan ini rupanya sejalan dengan perubahan perilaku wisatawan yang semakin mencari pengalaman, bukan sekadar destinasi. Konten seperti ini menjadi jembatan antara hotel dan calon tamu.

 

Hotel-hotel pun diuntungkan. Mereka tidak hanya mendapatkan eksposur, tetapi juga narasi yang membangun citra sebagai tempat yang ramah keluarga.

 

Restoran dan Pantai: Melengkapi Cerita

Perjalanan Marvelvino di Bali tidak berhenti di kamar hotel. Dari konten yang mereka bagikan, terlihat mereka juga menjelajahi tempat makan seperti Bebek Tepi Sawah Beachwalk, Bebek Joni Ubud, dan The Champlung Seminyak. Setiap restoran memperlihatkan sisi kuliner Bali yang beragam, dari yang klasik hingga yang modern.

 

Tidak ketinggalan, mereka mengunjungi Desa Kitsune, Monkey Forest, dan pantai-pantai ikonik Bali. Di sinilah cerita menjadi lengkap: Bali bukan hanya tentang hotel, tetapi juga tentang alam, budaya, dan kehidupan lokal.

 

Yang menarik, setiap lokasi berada di area yang berbeda. Ini memperlihatkan bahwa Marvelvino tidak terpaku pada satu kawasan saja. Mereka bergerak dari satu titik ke titik lain, membangun narasi perjalanan yang utuh.

 

Dampak pada Pariwisata Bali

Pertanyaannya kemudian: seberapa besar dampak konten seperti ini terhadap pariwisata Bali?

Jawabannya mungkin tidak sesederhana angka kunjungan. Namun, ada beberapa hal yang bisa dicatat.

Pertama, konten Marvelvino memperlihatkan Bali sebagai destinasi yang ramah keluarga. Ini penting, karena segmen wisata keluarga memiliki daya beli dan loyalitas yang tinggi.

Kedua, kolaborasi dengan berbagai hotel dan restoran menciptakan ekosistem promosi yang saling menguntungkan. Hotel mendapatkan eksposur, Marvelvino mendapatkan pengalaman, dan audiens mendapatkan inspirasi.

 

Ketiga, pendekatan storytelling yang mereka gunakan membuat promosi terasa lebih organik dan personal. Ini berbeda dengan iklan konvensional yang sering kali terasa kaku.

 

Fenomena yang Lebih Besar

Marvelvino hanyalah satu contoh dari fenomena yang lebih besar: pergeseran cara keluarga menikmati liburan. Jika dulu liburan dimulai dengan pertanyaan "mau ke mana?", kini pertanyaannya berubah menjadi "mau ngapain bareng-bareng?"

Di sinilah influencer family travel seperti Marvelvino menemukan ruangnya. Mereka tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga cara menikmati perjalanan bersama.

Bali, dengan segala keberagaman dan pesonanya, menjadi panggung yang tepat untuk cerita seperti ini. Dan Marvelvino, dengan pendekatannya yang personal dan menyeluruh, berhasil menangkapnya.

Pada akhirnya, nilai sebuah perjalanan keluarga tidak selalu diukur dari seberapa jauh atau seberapa banyak destinasi yang dikunjungi. Kadang, nilai itu terletak pada cerita yang tercipta ketika keluarga berada di sana bersama-sama.

 

Marvelvino telah membuktikan bahwa konten perjalanan bisa menjadi lebih dari sekadar dokumentasi. Ia bisa menjadi alat promosi, jembatan kolaborasi, dan yang terpenting, inspirasi bagi keluarga lain untuk menciptakan pengalaman mereka sendiri.

 

Bali pun mendapatkan manfaatnya. Bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai bagian dari cerita yang dibagikan ke banyak orang.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
marvelvino di Bali wajah baru promosi pariwisata Bali inflencer keluarga