Dalam lomba tersebut para siswa ditantang membuat sketsa wajah sang proklamator. Mereka dapat mengambil contoh dari internet. Hanya saja mereka harus membuat sketsa ulang pada selembar kertas gambar berukuran A3.
Tak hanya itu mereka juga ditantang menggunakan sejumlah teknik. Yakni membuat sketsa dengan warna dasar hitam dan putih serta menggunakan teknik arsiran untuk menguatkan karakter dalam pembuatan sketsa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata mengungkapkan, lomba itu melibatkan siswa di jenjang SMP. Sekolah diharapkan telah menyelenggarakan lomba di tingkat sekolah. Selanjutnya para pemenang dikirim untuk mengikuti lomba pada tingkat kabupaten.
“Ini bagian dari implementasi dari profil pelajar Pancasila. Bagaimana siswa bisa berpikir kritis dan kreatif. Kita bisa lihat dari karya anak-anak yang mengikuti lomba ini,” ujarnya.
Setelah lomba, Disdikpora Buleleng berencana mengoleksi karya para siswa yang berhasil meraih juara. Selanjutnya karya itu akan diapresiasi pada ruang yang disiapkan Disdikpora. Sementara karya lainnya, akan diserahkan ke sekolah masing-masing untuk diapresiasi. Sekaligus sebagai pemicu agar siswa lain juga tertarik menggeluti gambar sketsa. (eps) Editor : Donny Tabelak