Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Regrouping Sekolah Minim Siswa di Jembrana Segera Diputuskan, Miris, Cek Fakta!

Muhammad Basir • Rabu, 12 Juli 2023 | 12:30 WIB

 

HANYA 1 ORANG: Seorang siswa SDN Blimbingsari Jembrana  saat pertama masuk sekolah untuk MPLS
HANYA 1 ORANG: Seorang siswa SDN Blimbingsari Jembrana saat pertama masuk sekolah untuk MPLS

NEGARA, radarbali.id - Sekolah minim siswa, bahkan tidak ada pendaftar peserta didik baru menjadi evaluasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana. Karena tidak mungkin sekolah yang minim siswa dibiarkan tanpa penanganan, salah satu yang memungkinkan adalah regrouping atau penggabungan dengan sekolah lain.

Mengenai kendala adanya guru berstatus Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang baru mendapat surat keputusan (SK), apabila sekolahnya digabungkan dengan sekolah lain tidak masalah bagi guru. "Kami sudah koordinasi dengan BKPSDM, boleh kalau regrouping bisa ke sekolah induknya," ujar Kepala Disdikpora Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra.

Pihaknya tidak mungkin melakukan penggabungan sekolah lebih dulu sebelum menentukan status guru PPPK yang baru lulus seleksi, bahkan baru menerima SK. Karena berkaitan dengan penempatan guru tersebut. "Sehingga, guru PPPK yang dulu ngak boleh pindah itu, boleh pindah kalau sekolahnya regrouping," ujarnya.

Pihaknya masih melakukan proses untuk menggabungkan sekolah yang minim siswa dengan sekolah lain.  Sementara, hanya dua sekolah yang akan diproses untuk penggabungan, yakni SDN Blimbingsari dan SDN 3 Pekutatan. Penggabungan sekolah yang minim siswa, digabungkan dengan sekolah terdekat. "Tinggal menunggu PPPK ini, saya tidak berani regrouping duluan, SK PPPK muncul orangnya ditempatkan dimana kalau sekolahnya sudah diregrouping," ungkapnya.

Sekolah yang minim siswa, juga mengalami kerusakan. Seperti SDN 1 Blimbingsari mengalami banyak kerusakan pada plafon di ruang guru dan ruang kelas. Terlihat plafon di tiga ruangan di sekolah jebol.

Terkait kerusakan di sekolah yang rencananya akan digabungkan dengan sekolah lain tersebut, belum ada rencana perbaikan. Namun dipastikan sejumlah sekolah di Jembrana yang mengalami kerusakan secara bertahap akan diperbaiki. "Karena pada prinsipnya, anak-anak harus bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang baik. Tetapi kita ketahui tidak bisa diperbaiki serentak," ujarnya.

Sementara ini, sekolah yang direncanakan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah, merupak sekolah yang ada kegiatan operasional. Sudah ada beberapa sekolah yang masuk rekapitulasi untuk diperbaiki dan dicek untuk direncanakan perbaikan.***

Editor : M.Ridwan
#regrouping #siswa #jembrana #penggabungan #disdikpora #sekolah minim siswa