MANGUPURA, radarbali.id- Era digitalisasi tak dapat dipungkiri lagi dan sudah merasuk ke semua sektor, termasuk di bidang pendidikan.
Hal ini mendorong ITB Stikom Bali dalam menggelar seminar internasional bertajuk 'Skills for Innovations' bekerja sama dengan Axioo dan Intel.
Seminar internasional kali ini menyasar guru-guru di seluruh Provinsi Bali di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung pada Kamis (24/8/2023).
Adapun materi-materi yang dibawakan dalam seminar merupakan materi yang diperlukan oleh guru untuk mengembangkan pembelajarannya, sekaligus meningkatkan metode pembelajaran.
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan menyampaikan bahwa hal inilah yang mendorong perlunya para guru untuk wawasannya dan keilmuannya, terutama di bidang digitalisasi dan juga di bidang internasionalisasi.
"Oleh karena itu, tentu saja para Bapak/Ibu guru di Bali ini harus ditambah wawasan internasionalnya. Supaya nanti memberikan dorongan kepada para siswanya untuk berpikir secara internasional dan berwawasan global, tapi tetap berbudaya lokal," tuturnya.
Pada kesempatan inilah, menurut Ketua Yayasan Widya Dharma Santi, Ida Bagus Dharmadiaksa,SE,M.Si,Ak, para guru maupun sekolah yang belum menerapkan teknologi pembelajaran sepenuhnya, dapat menambah wawasannya.
Dengan demikian, guru-guru tak lagi gagap teknologi dan bahkan ke depan kemampuannya bisa setara dengan guru di luar bali ataupun di luar negeri.
"Sehingga mereka tidak lagi terheran-heran ada perkembangan teknologi, terutama di bidang teknologi informasi," paparnya.
Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi dari Disdikpora Provinsi Bali, yang dalam kesempatan ini diwakilkan Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan, Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi Bapak/Ibu guru sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan. Terutama kita sekarang sedang menghadapi kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka," ujar Serianingsih.
Kondisi ini tentu menuntut kesiapan dari para guru sebagai fasilitator, dalam mendidik generasi muda penerus bangsa.
Lebih lanjut, kegiatan serupa ke depannya akan diteruskan dalam workshop terkait penggunaan teknologi informasi untuk bahan pembelajaran di sekolah masing-masing. (ari/ken)
Editor : Rosihan Anwar