SEMARAPURA, radarbali.id - Potret pendidikan di Klungkung masih buram. Pasalnya, pembangunan ruang kelas SD Negeri Mandung, Desa Manduang, Klungkung hingga saat ini masih berlangsung. Di mana pembangunan masih pada proses pengedakan, Rabu (8/11/2023).
Padahal sesuai kontrak, pembangunan ruang kelas yang terdiri dari dua lantai 2 dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar lebih itu berlangsung 150 hari kalender atau mulai 4 Juli-22 November 2023.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, keterlambatan pengerjaan terjadi pada proses pembangunan gedung kelas tersebut. Di mana pekerjaan proyek tersebut baru berlangsung 44,31 persen atau terlambat sekitar 17 persen.
Kepala SDN Manduang, Ida Bagus Nyoman Tanaya saat dikonfirmasi terkait kondisi itu mengaku pihak sekolah tidak tahu menahu terkait permasalahan keterlambatan pengerjaan ruang kelas tersebut.
Melihat kondisi proyek, dia belum bisa memastikan kapan ratusan siswa yang belajar di balai Banjar Manduang Kaler, dan Manduang Tengah sejak proyek itu berlangsung bisa kembali belajar di sekolah. “Kami pun dari pihak sekolah berharap agar anak-anak kami bisa segera belajar di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana dikonfirmasi terpisah belum bisa dimintai penjelasannya. Sujana mengaku sedang berada di Jakarta sehingga baru bisa memberikan penjelasan mengenai pembangunan ruang kelas SDN Manduang hari ini (9/11).
Salah seorang guru pengajar Kelas V SDN Manduang, Ni Made Mediani menurutkan tidak ada masalah berarti selama proses belajar mengajar berlangsung di balai banjar. Di mana para siswa masih tetap bisa menerima pelajaran dengan baik meski antara kelompok belajar hanya disekat selembar karung.
“Tidak ada masalah selama ini. Saat hujan pun tidak ada masalah, mungkin karena balai banjarnya tinggi sehingga air hujan tidak sampai masuk. Walau begitu, kami berharap bisa segera kembali belajar di sekolah,” tandasnya.
Untuk diketahui , SDN Manduang dibangun tahun 1954 silam dengan ukuran kelas terbilang kecil, yakni enam kali lima meter. Oleh sebab itu, siswa kelas VI duduk berhimpitan karena ruang kelas berkapasitas 17-18 siswa itu dihuni sebanyak 34 siswa.
Idealnya saat ini, ruang kelas memiliki ukuran tujuh kali delapan meter. Tidak sampai di sana, perpustakaan pun dialihkan menjadi ruang guru untuk menyiasati kekurangan ruangan. Selama 69 tahun SDN Manduang beroperasi, hanya pernah mendapat bantuan rehab di bagian atap.
Sehingga sangat berbahagia pihak sekolah ketika Pemkab Klungkung akhirnya menangani persoalan tersebut. Selama proyek pembangunan ruang kelas yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar lebih itu berlangsung, para siswa mengikuti proses belajar mengajar di Banjar Manduang Kaler, dan Manduang Tengah.
Satu banjar dikemasnya menjadi tiga kelas dengan lembaran karung sebagai pembatasnya. Dengan total siswa sebanyak 119 orang, untuk siswa Kelas I, II, dan II belajar di Balai Banjar Tengah, sementara siswa Kelas IV, V dan VI belajar di Balai Banjar Kaleran.
Sedangkan, Balai Banjar Jeroan dipakai cadangan bila sewaktu-waktu salah satu dari dua balai banjar itu digunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan. ***
Editor : M.Ridwan