DENPASAR,radarbali.id - Hari kedua Debat Mahasiswa Jawa Pos Radar Bali 2023, dipastikan semakin seru. Dan, raut muka tegang menyelimuti para peserta Debatsaat pengumuman untuk lolos ke babak perempat final. Sebab, dari 30 tim yang mengikuti lomba, hanya terpilih 16 tim saja untuk bersaing Minggu (3/12/2023) menuju semifinal dan final.
Pembukaan dan babak penyisihan dilaksanakan di SMK TI Bali Global jalan Tukad Citarum Denpasar kemarin (2/12). Tak hanya peserta dari Bali, peserta dari luar Bali pun ikut meramaikan lomba kali kedua yang digelar oleh Jawa Pos Radar Bali (JPRB) ini.
"Seru, dapat pengalaman baru. Dapat teman-teman baru dan khususnya ilmu baru. Untuk target, kami akan lakukan yang terbaik dahulu," kata M. Syahru Ramadhani Fashih Armi, peserta dari Universitas Pendidikan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin.
Baca Juga: 30 Tim dari Berbagai Perguruan Tinggi Adu Gagasan dan Argumentasi Dalam Debat Mahasiswa JPRB 2023
Sementara itu, Ketua tim juri Debat Mahasiswa JPRB 2023, I Nyoman Rajin Aryana mengatakan antusiasme perguruan tinggi di Bali untuk mengikuti lomba debat cukup tinggi. Terbukti dengan persiapan yang tidak terlalu lama, dibanding yang dilakukan tahun lalu, tahun ini ada 5 tim yang berasal dari luar bali.
"Ini menunjukkan ada antusiasme dan keinginan perguruan tinggi di Bali dan NTB untuk mengasah kemampuan mereka untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik di event-event seperti ini," ujarnya.
Dijelaskan Rajin Aryana, pengembangan logika berpikir kritis itu merupaka sebuah proses yang tidak hanya bisa dilakukan dalam sekali dua kali latihan di kampusnya atau pun dalam mengikuti sebuah kompetisi. Pesannya, mereka harus terus berlatih dengan mengikuti banyak kompetisi dan menganalisa banyak persoalan.
Baca Juga: KPUD Badung akan Pasang Baliho Fasilitas Kampanye di Tiga Titik
"Saya yakin dengan kemampuan berpikir kritis dan logis yang semakin baik, mereka akan bisa jadi individu-individu yang terbaik untuk mendukung masa depan bangsa kita," harapnya kepada para peserta yang mengikuti lomba debat ini.
Sebab lanjutnya, esensi debat itu kan kemampuan berpikir logis dan berpikir kritis. Untuk mewujudkan itu perlu proses dan waktu.
”Nah dengan semakin seringnya ada even debat seperti ini akan membantu mahasiswa untuk berpikir logis dan kritis,” tukasnya, menegaskan.
Dengan topik kendaraan listrik semakin dilirik ini kita berharap mahasiswa semakin peduli bagaimana kebijakan energi bangsa ini kedepan, soal lingkungan hidup dan lainnhya.
”Disini kan di uji, apakah kebijakan kendaraan listrik ini berdampak positif atau justru buruk bagi masyarakat. Itu dua sisi yang akan selalu menarik diperdebatkan,” catatnya.
Sementara pemilihan sistem parlemen Inggris karena orientasinya sudah nasional. ”Sistem ini sudah digunakan dalam kompetisi nasional debat mahasiswa yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan sistem Parlemen Inggris memang sudah digunakan di tingkat dunia. Sehingga kita berharap, di level kampus-kampus sebaiknya satu jalur menggunakan sistem ini untuk mengasah kemampuan mahasiswa,” tandasnya.
Baca Juga: Duh! Imbas Maraknya Prostitusi Online, HIV/AIDS di Bali Bakal Semakin Sulit Dibendung
Pihaknya bahkan berharap pada even debat berikutnya, dilebarkan menjadi tingkat nasional. ”Nah kalau level nasional, tentu kita juga harus menempatkan juri-juri yang bereputasi nasional,”
Tim jurinya pun kredibel dan berpengalaman. Salah satunya Ngurah Satriya Wangsa, alumni debat SMA tingkat dunia dan sejumlah dosen yang tergabung dalam komunitas debat.
”Saya salut sama Jawa Pos Radar Bali menjadi media pioner debat mahasiswa ini, kami berharap kedepan lebih banyak yang mengikuti even debat ini,” imbuhnya.
Apresiasi senada juga diungkapkan Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan. ”Saya mengapresisasi untuk Jawa Pos Radar Bali yang buat even debat sebagai wadah kompetisi mahasiswa, karena pada dasarnya hidup itu kompetisi,” tandas akademisi yang juga politisi, ini.
Dadang berharap, even debat ini bisa diselaraskan secara linier dengan era digital untuk mengakselerasi tantangan zaman kedepan.
Sebagai informasi, dari 30 tim yang mengikuti lomba kemarin, terpilih ada 16 tim yang masuk ke babak perempat final. Antaranya Universitas Udayana, Politeknik Negeri Bali, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Universitas Mahendradatta.
Selanjutnya ada dari Universitas Pendidikan Mandalika, Universitas Bumigora, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Stikes Advaita Medika Tabanan dan Instiki ( Institut Bisnis Dan Teknologi Indonesia). Mereka akan kembali berdebat hingga babak final yang digelar hari ini di Auditorium ITB STIKOM Bali di Renon Denpasar.***
Editor : M.Ridwan