BADUNG, radarbali.id – Empat tahun menuju tahun emasnya, Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) telah menyiapkan dirinya dengan baik. Sejumlah program unggulan untuk bisa bersaing hingga tingkat internasional pun sudah ditata dan tinggal dieksekusi.
Hal tersebut dikatakan Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja M.Kes. disela-sela acara puncak Dies Natalis Poltekpar Bali pada Kamis (28/3). “Kami sudah merintis dan sekarang kami sudah masuk membership UNWTO. Kemarin kami sudah ke Madrid dan sekarang kami sudah merancang Wolrd Rangking Class dengan by subjek,” ujarnya.
Selain itu, peluang kerja tidak hanya di dalam negeri, tetapi pihaknya mencoba untuk bekerja sama dengan agen-agen dan pemerintah yang ada di luar negeri untuk meningkatkan penyerapan dari lulusan Poltekpar Bali ini.
Sebagaimana diketahui, Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) merayakan Dies Natalis ke-46 tahun ini. Kali ini mereka mengambil tema 'Melalui Dies Natalis ke-46 Politeknik Pariwisata Bali, kita tingkatkan semangat kolaborasi dalam keragaman untuk keberlanjutan pariwisata yang unggul dan berkeperibadian Indonesia,' dengan tagline 'Melangkah bersama, Rayakan kegembiraan'.
“Ini merupakan suatu momentum untuk kami melihat refleksi dan evaluasi apa yang sudah kami capai dan juga dalam kegiatan ini kami bagaimana bisa meningkatkan kinerja dengan kolaborasi dan bersinergi dengan civitas akademika dan juga dari evaluasi itu, kami bagaimana bisa membuat suatu strategi dan program-program unggulan untuk ke depan dengan melihat tantangan dan peluang sehingga kami bisa bersaing di dunia internasional,” lanjut Putu Puja.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ni Wayan Giri Adnyani yang hadir dalam acara puncak tersebut berpesan bahwa Poltekpar Bali sendiri sudah berada di usia yang tidak muda lagi. Artinya, kerja-kerja kolaborasi penting dilakukan agar dapat menciptakan lulusan terbaik.
“Dengan tagline melangkah bersama, rayakan kegembiraan, artinya kita harus mengedepankan kolaborasi . Tidak mungkin satu individual atau satu dosen berhasil siswanya lulus dengan baik tanpa dosen yang lain. Tidak hanya dosen, tetapi juga peran SDM yang bertugas di administrasi juga tak kalah pentingnya selain sarana prasarana yang telah di miliki,” tuturnya. (ara)
Editor : Rosihan Anwar