DENPASAR, radarbali.id - Institut Teknologi Dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali memperkenalkan program dual degree dengan menggandeng Dalian Neusoft University of Information (DNUI) University dari Tiongkok pada Kamis (28/3/2024) di Aula ITB STIKOM Bali, Denpasar.
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan menyampaikan program dual degree bersama dengan DNUI akan dimulai pada tahun ajaran 2024/2025 ini.
Para mahasiswa akan mendapatkan dua gelar, yaitu Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan Bachelor of Management in Electric Commerce (B.M) dari DNUI University.
"Mekanismenya adalah dua tahun belajar di ITB STIKOM Bali, kemudian setahun belajar dari DNUI, tapi secara online. Kemudian tahun keempat, baru anak-anak pergi ke sana (Tiongkok, red)," paparnya.
Ketika berangkat ke DNUI University, mahasiswa akan difasilitasi dengan dormitory gratis selama satu tahun di sana dengan biaya per semesternya yakni Rp15 juta.
Menurutnya, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang berbeda ketika menempuh dual degree di negeri tirai bambu.
"Tentu saja kita menyediakan media atau sarana prasarana untuk menjadi jembatan bagi anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Bali untuk bisa menggapai karier secara global," kata Dadang.
Saat ini ditargetkan 10 orang mahasiswa yang akan mengikuti program dual degree dengan DNUI University ini. Bahkan diakuinya sudah ada mahasiswa yang mulai mendaftarkan diri untuk dual degree.
Untuk diketahui, ITB STIKOM Bali sudah memiliki tiga program dual degree yang sedang berjalan. Di antaranya dual degree dengan HELP University Malaysia; BINUS University; dan Universitas Teknologi Bandung (UTB).
"Itu semua dipersembahkan oleh ITB STIKOM Bali, juga oleh yayasan dan pendiri, untuk kepentingan masyarakat Indonesia, masyarakat Bali, dan masyarakat internasional," terangnya.
Pihaknya pun berkeinginan agar Bali agar muncul satu kampus yang berstandar internasional di Bali, bertengger di urutan 200 maupun 300 dunia.
Dengan adanya dual degree ini, para mahasiswa bia bekerja di mana saja di seluruh dunia dengan menggunakan ijazah dari luar negeri.
"Jadi (tujuannya, red) bagaimana supaya nanti alumni dual degree ini bisa bekerja atau berkarier di seluruh dunia. Mudah-mudahan ITB STIKOM Bali mencapai hal ini dan bisa melesat dari Bali ke dunia internasional," sambungnya.
Dean of School of International Education, Director of International Office, Ms. Rong Yidan dan Program Head Electronic Commerce, Professor Song Ping turut menyampaikan bahwa ITB STIKOM Bali menjadi yang kampus pertama yang bekerja sama dengan DNUI University di Indonesia.
"Ini universitas pertama yang diajak kerja sama di Indonesia. Kami memiliki komitmen yang sama, saya rasa inilah mengampa saya percaya kolaborasi ini memungkinkan," ujarnya.
Selain memperkenalkan dual degree, pihaknya juga memperkenalkan program pascasarjana Magister Komputer (S2) Program Studi Sistem Informasi.
Pendiri ITB STIKOM Bali dan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar (Yayasan WDS Denpasar), I Made Bandem dalam kesempatan ini turut menyampaikan bahwa agar dengan adanya program S2 ini, dapat menjadi salah satu media dalam meningkatkan kualitas.
"(Sehingga, red) membuat sekolah ini memiliki kurikulum yang relevan dengan perkembangan kita di masa yang akan datang ini. Untuk meningkatkan kualitas kemahasiswaan, kualitas manajemen itu sendiri, dan kualitas perguruan tinggi secara keseluruhan," jelasnya. (ari)
Editor : Rosihan Anwar