Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Di Bawah 60 Siswa, Disdikpora Klungkung Regrouping 6 SD, di Nusa Penida Lokasi SD Berjauhan, Diperkecualikan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 21 Mei 2024 | 23:05 WIB
Ilustrasi sekolah pendidikan dasar- JawaPos.com. Radar Tuban
Ilustrasi sekolah pendidikan dasar- JawaPos.com. Radar Tuban

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung berencana regrouping atau menggabungkan enam Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Klungkung menjadi tiga SD tahun ini. Sekolah-sekolah tersebut digabungkan lantaran jumlah siswanya kurang dari 60 siswa.

Menurut Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, enam SD yang rencananya diregrouping tersebut, yakni SD Negeri 2 Tihingan bergabung ke SD Negeri 3 Tihingan, SDN 2 Bakas bergabung ke SDN 1 Bakas, sementara SDN 2 Negari bergabung ke SDN 1 Negari. SDN 2 Tihingan, SDN 2 Bakas dan SDN 2 Negari digabung ke SD Negeri lainnya karena jumlah siswa di sekolah tersebut di bawah 60 siswa.

 “Aturannya, setiap SD minimal jumlah siswanya 60 orang,” terangnya.

Pemerintah pusat memberikan batasan minimal 10 siswa per kelas untuk tingkat SD, itu berkaitan dengan keberlanjutan operasional sekolah.

Mengingat semakin kecil jumlah siswa, maka kecil pula dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) yang diterima sekolah.

 Ketentuannya, dana BOS siswa SD Rp 925 ribu per siswa per tahun, SMP Rp 1.075.000 per siswa per tahun, SMA Rp 1.250.000 per siswa per tahun dan SMK Rp 1,8 juta per siswa per tahun.

“Dengan di-regrouping, kami mengurangi biaya pemeliharaan. Guru-gurunya dapat diberdayakan di SD yang masuk kekurangan tenaga pendidik,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, sebenarnya masih ada SD dengan jumlah siswa di bawah 60 orang di Kabupaten Klungkung. SD tersebut berada di Kecamatan Nusa Penida.

Hanya saja jarak antara sekolah yang sangat berjauhan, regrouping tidak mungkin dilakukan di SD tersebut.

Bila dipaksakan, siswa atau anak usia sekolah di wilayah tersebut berpotensi putus sekolah.

“Kalau SD yang kami akan regrouping tahun 2024 itu kan lokasinya berdekatan sehingga tidak berpotensi menyebabkan putus sekolah. Jangan sampai regrouping menyebabkan putus sekolah,” tegasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#regrouping #sekolah #klungkung