DENPASAR, radarbali.id - Antisipasi siswa titpan saat PPDB, Pj Gubernur Bali menggandeng lembaga lain dan Ombudsman Bali.
Tujuannya untuk mengawasi Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2024 untuk SMA/SMK se-Bali telah dibuka secara online, Rabu (19/6/2024). Hal itu dilakukan supaya PPDB transparan dan adil.
Pemerintah Provinsi Bali memprioritaskan siswa miskin, disabilitas, dan yatim piatu agar wajib diterima. Walau ada tiga klaster, untuk siswa miskin, zonasi dan prestasi tapi dia meminta supaya siswa miskin lebih diprioritaskan.
Untuk mengetahui siswa miskin, pakai data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem). "Desil 1 sampai 5, akan terlihat. Juga akan ada pengecekan ke lapangan atau ke desa setempat. Itu yang akan kami lakukan," ujar Mahendra Jaya.
Mahendra Jaya menegaskan anak-anak miskin ekstrem wajib diterima, ia menuturkan sekolah di sekolah swasta biayanya berat "Biarlah mereka (siswa miskin) sekolah di negeri," tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Boy Jayawibawa, mengatakan ada 64.280 siswa SMP di Bali yang akan melanjutkan ke jenjang tingkat SMA/SMK di Bali.
Jalur PPDB Bali 2024 yang pertama dibuka jalur afirmasi dan inklusi telah dibuka kemarin hingga 29 Juni 2024. Untuk pendaftaran jalur lain, seperti perpindahan orang tua,zonasi, prestasi dan ranking dimulai 26 Juni hingga 29 juni yang ditutup pukul 18.00.***
Editor : M.Ridwan