SEMARAPURA,radarbali.id - Empat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Nusa Penida tidak mendapat siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024.
Banyak warga setempat yang merantau, membuat anak usia SD di sekitar SD Negeri 4 Ped, SD Negeri 2 Kutampi, SD Negeri 3 Kutampi, dan SD Negeri 1 Sekartaji menjadi minim.
“Masing-masing SD tersebut mampu menampung 28 siswa baru pada PPDB tahun 2024 ini,” terang Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Klungkung, I Nyoman Sukadana, Kamis (11/7/2024).
Meski tidak mendapat siswa baru, menurut Sukadana proses belajar mengajar di empat SD tersebut akan tetap berjalan seperti bagaimana mestinya. Mengingat ada siswa lainnya yang menuntut ilmu di SD tersebut.
Bahkan regrouping atau penggabungan sekolah, menurutnya tidak akan dilakukan untuk SD tersebut. Mengingat rumah siswa dengan sekolah bakal jauh dan terancam putus sekolah bila hal itu dilakukan.
“Kasihan siswa lain yang sudah bersekolah di sana. Nanti jauh jarak rumah mereka dan sekolah (bila di regrouping, Red),” ujarnya.
Sementara itu Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, mengungkapkan ada enam SD yang rencananya diregrouping tahun ini.
Yakni SD Negeri 2 Tihingan bergabung ke SD Negeri 3 Tihingan, SDN 2 Bakas bergabung ke SDN 1 Bakas, sementara SDN 2 Negari bergabung ke SDN 1 Negari. SDN 2 Tihingan, SDN 2 Bakas dan SDN 2 Negari digabung ke SD Negeri lainnya karena jumlah siswa di sekolah tersebut di bawah 60 siswa. “Di mana aturannya, setiap SD minimal jumlah siswanya 60 orang,” terangnya.
Namun sebenarnya masih ada SD dengan jumlah siswa di bawah 60 orang di Kabupaten Klungkung.
SD tersebut berada di Kecamatan Nusa Penida. Hanya saja jarak antara sekolah yang sangat berjauhan, regrouping tidak mungkin dilakukan di SD tersebut. Bila dipaksakan, siswa atau anak usia sekolah di wilayah tersebut berpotensi putus sekolah.
“Kalau SD yang kami akan regrouping tahun 2024 itu kan lokasinya berdekatan sehingga tidak berpotensi menyebabkan putus sekolah. Jangan sampai regrouping menyebabkan putus sekolah,” tegasnya.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com