SINGARAJA, Radar Bali.id -Ternyata di Kabupaten Buleleng ada 60 Sekolah Dasar (SD) yang minim siswa baru dari 465 SD yang ada di Bali utara. Mirisnya, dari 60 sekolah tersebut, siswa baru yang paling banyak dalam satu sekolah hanya 10 orang saja. Malah ada yang kosong.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, tersebar dari ujung timur sampai ujung barat Kabupaten Buleleng.
Yakni, 16 SD di Kecamatan Busungbiu, 12 SD di Kecamatan Sukasada, 10 SD di Kecamatan Banjar, tujuh SD di Kecamatan Seririt, empat SD di Kecamatan Tejakula, tiga SD masing-masing di Kecamatan Kubutambahan dan Sawan, serta dua SD di Kecamatan Gerokgak.
Adapun rinciannya, SDN dengan kosong pendaftar di SDN 4 Pucaksari, satu pendaftar di SDN 2 Bongancina, masing-masing dua pendaftar di SDN 5 Ringdikit dan SDN 2 Busungbiu.
Selanjutnya masing-masing empat pendaftar di SDN 2 Sawan, SDN 1 Pegadungan, SDN 4 Wanagiri, SDN 4 Banjar, SDN 4 Kayuputih, SDN 5 Munduk, dan SDN 2 Tinggarsari.
Kemudian masing-masing lima pendaftar di SDN 4 Sambirenteng, SDN 4 Suwug, SDN 1 Kendran, SDN 3 Padangbulia, SDN 1 Tampekan, SDN 1 Bongancina, SDN 2 Telaga, dan SDN 4 Tista.
Lalu masing-masing enam pendaftar di SDN 4 Tegallinggah, SDN 1 Gesing, SDN 2 Bengkel, SDN 6 Sepang, SDN 8 Busungbiu, SDN Subuk, dan SDN 1 Sumberklampok.
Masing-masing tujuh pendaftar ada di SDN 3 Tembok, SDN 2 Gitgit, SDN 4 Pedawa, SDN 1 Pucaksari, dan SDN 1 Tista.
Masing-masing delapan pendaftar di SDN 5 Pakisan, SDN 5 Tajun, SDN 5 Sudaji, SDN 3 Pegadungan, SDN 3 Tegallinggah, SDN 5 Sukasada, SDN 1 Tirtasari, SDN 2 Munduk, SDN 6 Gobleg, SDN 1 Kalianget, SDN 1 Sulanyah, SDN 2 Ringdikit, SDN 5 Lokapaksa, SDN 2 Pelapuan, SDN 3 Kekeran, dan SDN 5 Sepang
Selanjutnya masing-masing sembilan pendaftar di SDN 2 Madenan, SDN 2 Jinengdalem, SDN 2 Poh Bergong, SDN 1 Silangjana, SDN 4 Gitgit, SDN 4 Sukasada, SDN 6 Selat, SDN 3 Banjar Tegeha, SDN 1 Pengastulan, SDN 2 Bubunan, dan SDN 4 Pejarakan.
Terakhir, masing-masing 10 pendaftar berada di SDN 5 Sembiran dan SDN 6 Tajun. Ini menjadi sangat prihatin bagi dunia pendidikan, karena di tengah overload-nya banyak sekolah, ternyata ada sekolah yang sangat kekurangan siswa baru.
Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan pihaknya tengah menyelidiki perihal puluhan sekolah yang ternyata minim siswa. Apalagi tahun ajaran 2024-2025 ini, jumlah sekolah dengan siswa minim meningkat dari tahun sebelumnya.
“Kemungkinan memang jumlah penduduknya sedikit. Saat ini kami mengarahkan sekolah agar berkomunikasi dengan kadus dan perbekel di wilayahnya, untuk mengawal anak usia sekolah didaftarkan di sekolah terdekat,” jelasnya dikonfirmasi pada Jumat (19/7).
Berkaitan dengan hal tersebut, untuk anak usia sekolah yang tercecer dan memungkikan untuk didaftarkan di sekolah minim dengan bantuan Posko Drop Out (DO).
Memang sekolah yang minim siswa, rata-rata langganan setiap tahunnya, yang sebagian besar berada di kawasan jarang penduduk dan pelosok.
Meski sepi, Surya Bharata menegaskan bila sekolah-sekolah tersebut tidak boleh ditutup atau digabung (regrouping). Alasannya, ini merupakan akses pendidikan satu-satunya di daerah tersebut.
“Kalau ditutup, kedepannya akan menimbulkan masalah baru, seperti angka putus sekolah karena akses jauh. Sehingga tetap akan dibuka,” tutup Sekretaris Disdikpora itu. [*]
Editor : Hari Puspita