MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Menurut data BPS pada tahun 2021, sebanyak 10.683 desa/kelurahan di indonesia menghadapi masalah pencemaran air.
Selain itu, berdasarkan data WHO pada tahun 2022, sekitar 3,9 miliar orang tidak memiliki akses sanitasi yang layak. Hal ini bisa berakibat fatal terhadap kesehatan masyarakat.
Salah satu dampak buruknya, setiap tahun diperkirakan ada 842.000 kematian terjadi akibat diare yang disebabkan oleh sanitasi yang tidak layak.
Sehingga masyarakat memerlukn teknolgi sanitasi yang mumpuni. Kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat berpotensi di Indonesia.
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian pada tahun 2023, luas perkebunan sawit di Indonesia diperkirakan mencapai 16,83 juta hektare.
TKKS merupakan produk sampingan utama yang dihasilkan selama pengolahan kelapa sawit, menghasilkan limbah dengan berat rata-rata 3,5 kg per tandan.
Ini dapat dimanfaatkan karena memiliki kandungan lignin yang tinggi serta mudah didapatkan sehingga dapat menjadi salah satu bahan baku pembuatan N-GO.
Oleh karena itu, sebuah riset berjudul
GRAKIT FILTER: Inovasi Filter Air Terintegrasi N-rGO/Nanokitosan dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Solusi Air Bersih dan Sanitasi Layak dibuat oleh peneliti dari Universitas Sumatera Utara.
Para peneliti tersebut yakni Mutiara Sani Harahap, Derrick Tan, Charles, Muhammad Harso, dan Alwi Khairunsyah Pinem. Mereka dibimbing oleh Dr. ir. Zikri Noor SSI, M.SI.
Riset ini berhasil menang dalam Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa Tahun 2024 dalam acara PERISAI 2024 yang diinisiasi oleh BPDPKS atau Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
Tujuan dari riset ini yaitu untuk memanfaatkan TKKS menjadi N-GO yang dipadukan dengan nanokitosan sebagai alternatif dalam menangani kebutuhan air bersih dan sanitasi layak.
Metode yang digunakan dalam sintesis IGO dari TKKS yaitu Hummer's termodifikasi yang telah melewati tahap karbonisasi dan aktivasi TKKS dengan variasi aktivator 1:1, 12, 13 kemudian dilakukan doping nitrogen.
Setelah itu, N-rGO dari TKKS di padukan dengan nanokitosan yang kemudian akan dilapisi pada filter air untuk meningkatkan kinerjanya.
Hasil riset ini juga dipresentasikan dalam acara yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yakni Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis (3/10/2024) hingga Jumat (4/10/2024).
Acara tahunan ini diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan hasil-hasil riset inovatif kepada para pemangku kepentingan dalam industri kelapa sawit, termasuk pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat luas.
Mengusung tema “Green Gold: Transforming Palm Oil Industry through CuttingEdge Technologies”, PERISAI 2024 menitikberatkan pada transformasi industri kelapa sawit melalui penggunaan teknologi terkini.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 700 peserta yang telah terdaftar, termasuk perwakilan dari lembaga pemerintah, asosiasi industri, dan para akademisi.
Selain itu juga, acara ini menampilkan 29 inovasi riset yang didanai oleh BPDPKS, 10 hasil riset mahasiswa, dan berbagai demonstrasi teknologi seperti biosneakers, baterai supercapacitor, sepeda motor listrik, serta gerobak pengangkut tandan buah segar bertenaga listrik.
Direktur Utama BPDPKS, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam persiapan acara ini.
Beliau menekankan pentingnya riset dan pengembangan dalam memastikan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Program Grant Riset Sawit yang telah berlangsung sejak 2015 menjadi salah satu langkah strategis BPDPKS dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri ini.
"Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional. Melalui riset dan inovasi, kami berharap dapat mendorong terciptanya produk-produk baru, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing global industri kelapa sawit Indonesia," kata Ini Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman dalam sambutannya. (mar)