Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kekurangan Siswa Tinggal 11 Orang, SDN Blimbingsari, Melaya, Jembrana, akhirnya Diputuskan Tutup Pemanen

Muhammad Basir • Senin, 30 Desember 2024 | 21:15 WIB
KRISIS SISWA : SDN Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, resmi ditutup karena minim siswa dan potensi siswa baru lagi tahun ajaran berikutnya hingga 5 tahun mendatang.(foto: m.basir/RB)
KRISIS SISWA : SDN Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, resmi ditutup karena minim siswa dan potensi siswa baru lagi tahun ajaran berikutnya hingga 5 tahun mendatang.(foto: m.basir/RB)

NEGARA, Radar Bali.id - Pemerintah Kabupaten Jembrana akhirnya resmi menutup Sekolah Dasar Negeri (SDN) Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, yang siswanya tersisa 11 orang.

Sekolah ditutup permanen karena minim siswa dan potensi siswa baru lagi pada tahun ajaran mendatang. Siswa dan tenaga pengajar dipindahkan ke sekolah terdekat.

Penutupan sekolah yang berasa di Desa Wisata tersebut, setelah proses rapat dan kajian selama beberapa tahun terkahir.

Penyebabnya, sekolah tidak ada penambahan siswa setiap tahun ajaran baru, justru berkurang.

Bahkan dalam dua tahun terkahir tidak ada siswa baru lagi di sekolah tersebut. ”Prosesnya panjang, sebelum kami putuskan menutup sekolah (SDN Blimbingsari),” Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra.

Anom mengatakan, keputusan akhir Jumat (27/12/2024) lalu. Pihaknya melapor dan meminta keputusan kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Setelah menyampaikan sejumlah pertimbangan, akhirnya disetujui SDN Blimbingsari ditutup, siswa dan guru dipindahkan ke sekolah lain terdekat. ”Sudah disetujui, kami masih proses menyiapkan SK bupati,” terangnya.

Siswa sekolah tersebut akan dipindahkan ke SDN 7 Melaya, karena jarak dengan sekolah sebelumnya dan tempat tinggal siswa lebih dekat.

Sedangkan guru dan pegawai sekolah yang masih ada akan dipetakan lagi, selanjutnya akan dipindahkan ke sekolah terdekat dengan tempat tinggal guru.

Proses pemindahan siswa dan guru, ditargetkan bulan Januari mendatang sudah selesai, sehingga saat masuk sekolah setelah libur semester siswa dan guru sudah melakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah baru.

Proses pemindahan siswa ke sekolah baru dilakukan oleh sekolah. ”Siswa sudah pasti dipindahkan ke SDN 7 Melaya, tetapi guru akan kami petakan dulu,” terangnya.

Sedangkan untuk aset sekolah masih menjadi aset Pemerintah Kabupaten Jembrana. Bangunan akan dikaji untuk tindaklanjutnya.

Fasilitas sekolah yang lain akan cek lagi kondisinya, jika masih dalam kondisi bagus dan layak dipakai akan dipindahkan ke sekolah lain. ”Aset sarana dan prasarana yang bagus, akan kami mutasikan ke sekolah lain,” ujarnya.

Penutupan SDN Blimbingsari ditutup pemanen dan dipindahkan ke sekolah terdekat,  setelah menggelar rapat dengan komite sekolah, pengawas sekolah, perbekel dari Desa Blimbingsari dan Desa Melaya. Dari rapat disimpulkan bahwa sudah tidak ada potensi siswa baru lagi pada tahun ajaran baru mendatang.

 Sekolah terdekat SDN 7 Melaya, juga tidak bisa memindahkan siswanya ke SDN Blimbingsari karena jumlah siswanya juga tidak banyak.

Saat ini, siswa yang bertahan di sekolah tersebut hanya ada 11 orang siswa, terdiri dari siswa kelas III sebanyak 2 orang, kelas IV juga 2 orang, kelas V sebanyak 4 orang dan kelas VI sebanyak 3 orang. Siswa maupun tenaga pengajar, akan dipindahkan ke sekolah terdekat, SDN 7 Melaya, Desa Melaya. [*]

Editor : Hari Puspita
#sekolah #pendidikan #jembrana