NEGARA, Radar Bali.id -Sekolah Dasar Negeri (SDN) Blimbingsari, sudah resmi ditutup, Senin (20/1/2025).
Siswa juga sudah dipindahkan ke SDN 7 Melaya, sehingga tidak ada aktivitas belajar mengajar lagi di SDN satu-satunya di Desa Blimbingsari tersebut.
Sedangkan guru sebanyak 6 orang sementara juga dipindahkan ke SDN 7 Melaya. Guru yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), masih menunggu surat tugas terbaru.
”Kalau anak-anak sudah mulai Senin dipindahkan, termasuk gurunya,” Kepala SDN Blimbingsari I Kadek Dwi Suherismawan, Selasa (21/1/2025).
Sementara Suherismawan, sudah mendapat tugas sebagai Kepala SDN 2 Candikusuma sejak awal bulan Januari lalu. Dengan penutupan SDN Blimbingsari, maka saat ini Suherismawan hanya menjadi kepala sekolah di satu sekolah, tidak menangkap lagi.
Mengenai surat tugas untuk guru, pihaknya mendapat informasi dari koordinator wilayah bahwa surat tugas sedang dalam proses. Karena jika tidak segera diberikan surat tugas baru, tidak mendapatkan jam mengajar dan berdampak pada tunjangan. ”Secepatnya nanti akan datang berikan surat tugas,” tandasnya.
Penutupan sekolah karena minim siswa dan potensi siswa baru dalam beberapa tahun ke depan juga tidak ada. Sebanyak 11 orang yang dipindah ke SDN 7 Melaya, terdiri dari siswa kelas III sebanyak 2 orang, kelas IV juga 2 orang, kelas V sebanyak 4 orang dan kelas VI sebanyak 3 orang.
Kepala Disdikpora Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, terkait bangunan SDN Blimbingsari, pemerintah daerah akan berdiskusi dengan pihak desa untuk pemanfaatannya. Salah satu bangunan yang dinilai tidak layak kemungkinan akan dibongkar. [*]
Editor : Hari Puspita