Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PT Siam Flotilla Persada Gandeng Unud, Teken Nota Kesepahaman Lindungi Ekosistem Pesisir, Inovatif Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 4 Februari 2025 | 20:28 WIB
UNTUK MASA DEPAN : Universitas Udayana bersama PT Siam Flotilla Persada menandatangani nota kesepahaman untuk kolaborasi menyelamatkan pesisir di Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran, Selasa (4/2).
UNTUK MASA DEPAN : Universitas Udayana bersama PT Siam Flotilla Persada menandatangani nota kesepahaman untuk kolaborasi menyelamatkan pesisir di Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran, Selasa (4/2).

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Dalam impelementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Udayana bersama PT Siam Flotilla Persada bersinergi untuk mengabdi kepada masyarakat.

Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman di Gedung Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran Selasa (4/2/2025). Kerja sama ini pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam bidang konservasi ekosistem pesisir.

Dengan kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Nota Kesepahaman ini mencakup kerjasama strategis dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penandatanganan ini menandai komitmen kedua belah pihak meningkatkan sinergi antara dunia industri dan akademik guna peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia serta pengembangan akademik.

Andy Hartayo, Direktur PT Siam Flotilla Persada ditemui usai penandatanganan nota Kesepahaman, menjelaskan kolaborasi ini mencerminkan semangat untuk menghadirkan solusi pengelolaan pesisir yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan.

”Melalui sinergi dengan Universitas Udayana (UNUD), kami ingin menunjukkan bahwa teknologi ramah lingkungan dapat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Kami yakin, langkah kecil ini dapat menjadi titik awal bagi perubahan besar di masa depan,” tuturnya.

Salah satu inovasi utama yang diusung dalam kolaborasi ini adalah Flotilla Abrasion Defense System (FADS). Sistem ini dirancang untuk melindungi pantai dan wilayah pesisir dari abrasi dengan meniru fungsi ekosistem mangrove alami.

FADS menawarkan berbagai keunggulan, yakni: 1. Mitigasi Abrasi FADS mampu mengurangi dampak gelombang laut dan erosi pada pesisir, membantu menstabilkan garis pantai, dan mendorong akumulasi sedimen di pantai berlumpur;

2. Bahan Ramah Lingkungan FADS dibuat dari material yang tidak mencemari lingkungan dan bebas dari limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun), sehingga aman bagi ekosistem pesisir.

3. Kontribusi pada Restorasi Ekosistem Dengan meningkatkan akumulasi sedimen, teknologi ini mendukung restorasi ekosistem pesisir dan konservasi keanekaragaman hayati.

Kemudian, 4. Solusi Berkelanjutan untuk Dampak Perubahan Iklim Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya adaptasi perubahan iklim, menjaga masyarakat pesisir yang rentan, sekaligus melindungi ekosistemnya.

Dengan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan kawasan pesisir Bali. Juga menjadi model kerjasama berkelanjutan antara sektor akademik dan industri.

Pendekatan berbasis teknologi ramah lingkungan, inisiatif ini tidak hanya mendukung perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

”Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan keberlanjutan lingkungan, kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi jangka panjang antara institusi pendidikan tinggi dan dunia industri untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks,” tandas Andy Hartayo. (feb)

 

Editor : Rosihan Anwar